Hasfa

Menerbitkan dan Menumbuhkan Kebaruan

 Ketika Ruang Tidak Lagi Sekadar Bangunan





Saya pertama kali menyadari bahwa ruang bisa “berbicara” saat berdiri sendirian di sebuah masjid tua, menjelang magrib.
Cahayanya lembut, angin masuk pelan dari sela jendela, dan entah kenapa dada terasa lapang. Tidak ada ornamen berlebihan. Tidak ada kemegahan yang memaksa kagum. Tapi ada ketenangan.

Di sanalah saya bertanya:
apa yang sebenarnya membuat sebuah ruang terasa menenangkan?

Pertanyaan itu kembali muncul ketika membaca buku Harmoni Islami dalam Desain Arsitektur: Mewujudkan Keindahan dan Kesejahteraan karya Dian Nafi dan rekan.


Arsitektur yang Tidak Berhenti pada Bentuk

Buku ini tidak dimulai dengan definisi teknis. Ia justru mengajak pembaca masuk perlahan, memahami bahwa arsitektur Islami bukan tentang kubah, lengkung, atau pola geometris semata.

Arsitektur Islami, dalam narasi buku ini, adalah cara berpikir tentang ruang.

Tentang bagaimana manusia menempatkan dirinya di antara alam dan Sang Pencipta. Tentang bagaimana bangunan tidak mendominasi, tetapi menyatu. Tentang keseimbangan—antara terang dan teduh, terbuka dan tertutup, ramai dan hening.

Saya merasa seperti diajak berjalan, bukan diajari.


Ketika Nilai Menjadi Fondasi

Dian Nafi menempatkan nilai Islam bukan sebagai tempelan simbolik, melainkan fondasi desain.
Tawhid, keseimbangan, kesederhanaan, dan kemaslahatan hadir bukan sebagai teori kaku, tetapi sebagai prinsip hidup yang diterjemahkan ke dalam ruang.

Ruang yang memungkinkan manusia bernafas.
Ruang yang mengundang interaksi tanpa kehilangan privasi.
Ruang yang memberi kesempatan untuk diam, merenung, dan kembali pada diri sendiri.

Di sini, keindahan tidak berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan dengan kesejahteraan.


Ruang dan Kesejahteraan: Hubungan yang Sering Terlupakan

Kita sering berbicara tentang kesejahteraan dalam angka—luas bangunan, ventilasi, pencahayaan, efisiensi energi. Buku ini mengingatkan bahwa ada dimensi lain yang tak kalah penting: kesejahteraan batin.

Bagaimana sebuah rumah bisa menjadi tempat pulang, bukan sekadar tempat tinggal.
Bagaimana masjid bisa menjadi ruang komunitas, bukan hanya ruang ibadah formal.
Bagaimana ruang publik bisa memanusiakan, bukan melelahkan.

Semua itu, menurut buku ini, berakar pada niat dan nilai.


Arsitektur sebagai Ibadah yang Sunyi

Ada satu perasaan yang terus muncul saat membaca buku ini:
bahwa merancang ruang bisa menjadi bentuk ibadah yang sunyi.

Bukan ibadah yang terlihat, tapi terasa.
Bukan yang dipuji, tapi dihidupi.

Seorang arsitek, desainer, atau perencana ruang, dalam pandangan ini, bukan sekadar pembuat bentuk—melainkan penjaga harmoni.


Menutup Buku, Membuka Cara Pandang

Ketika buku ini selesai dibaca, saya kembali mengingat masjid tua itu.
Saya sadar: ketenangan yang saya rasakan bukan kebetulan. Ia adalah hasil dari ruang yang dirancang dengan kesadaran, kesederhanaan, dan nilai.

Harmoni Islami dalam Desain Arsitektur bukan buku yang memberi jawaban instan. Ia justru menanam pertanyaan yang tinggal lama:

Apakah ruang yang kita ciptakan hari ini benar-benar menyejahterakan manusia?

Dan mungkin, di situlah keindahan sejatinya bermula.

**

Judul buku: Harmoni Islami dalam Desain Arsitektur: Mewujudkan Keindahan dan Kesejahteraan

Penulis: Dian Nafi, Sahid Indraswara

ISBN 9786340461541

tersedia juga di google play book dan google book

 Perisai Diri: Panduan Ringkas untuk Perempuan Menghindari Pelecehan dan Manipulasi


Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, perempuan sering kali menghadapi berbagai bentuk tekanan, pelecehan, hingga manipulasi yang tidak selalu tampak di permukaan. Banyak yang merasakan ketidaknyamanan, bingung menetapkan batas, atau bahkan tidak sadar bahwa dirinya sedang dikendalikan.

Itulah konteks yang melahirkan Perisai Diri, sebuah buku ringkas namun penuh makna karya Dian Nafi, yang dirancang untuk membantu perempuan memahami, mengenali, dan melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan non-fisik.


Mengapa Buku Ini Penting?

Tidak semua kekerasan meninggalkan luka yang terlihat.
Banyak perempuan mengalami gaslighting, kontrol psikologis, emosional abuse, atau tekanan sosial yang memengaruhi kesehatan mental mereka.

Namun karena bentuknya halus dan sering dianggap “normal”, banyak yang tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Buku ini hadir untuk membuka mata, memberikan bahasa, dan membantu perempuan mengidentifikasi pola yang merugikan—baik dalam relasi personal, keluarga, pertemanan, maupun dunia kerja.


Isi & Pendekatan Buku

Perisai Diri ditulis sebagai panduan praktis. Tidak bertele-tele, tidak teoritis berlebihan. Justru itu kekuatannya:

  • Mudah dibaca

  • Relevan dengan keseharian

  • Berbasis pengalaman sosial perempuan

  • Menggunakan contoh situasi yang realistis

  • Mengajak pembaca memahami diri dan batas personal

Buku ini mengupas cara mengenali tanda-tanda manipulasi, strategi membangun ketahanan emosional, dan langkah-langkah praktis untuk merawat diri ketika berada dalam situasi tidak sehat.


Untuk Siapa Buku Ini?

Buku ini cocok untuk:

  • Perempuan yang ingin lebih waspada terhadap pelecehan & manipulasi

  • Mereka yang sedang atau pernah berada dalam hubungan tidak sehat

  • Para pendamping, konselor, atau aktivis perempuan

  • Sahabat atau keluarga yang ingin membantu perempuan lain tetap aman

  • Pembaca yang ingin memperkuat mental dan kesehatan psikologis

Tidak perlu pengalaman khusus untuk memahami buku ini—bahasanya ringan, langsung ke inti, dan membantu pembaca mengenali realitas dengan lebih jernih.


Pesan Utama dalam Perisai Diri

Buku ini mengingatkan bahwa perempuan punya hak untuk:

  • Dihormati

  • Didengarkan

  • Menetapkan batas

  • Berkata “tidak”

  • Menjaga kesehatan mental dan emosional

  • Hidup dalam relasi yang aman dan setara

Perlindungan diri bukan hanya soal fisik, tetapi juga meliputi keberanian untuk mengakui perasaan, memahami pola berbahaya, dan mengambil langkah yang mendukung keselamatan diri.


Mengapa Kamu Harus Membacanya?

Karena setiap perempuan berhak memiliki perisai — bukan untuk menjauh dari dunia, tetapi untuk tetap kuat menghadapinya.
Dengan pemahaman yang tepat, perempuan bisa lebih sadar, lebih berdaya, dan lebih percaya diri untuk menjalani hidup sesuai nilai dan batas yang ia tetapkan sendiri.


Penutup

Perisai Diri adalah buku kecil dengan dampak besar.
Ia bukan hanya bacaan, tetapi teman untuk bertumbuh: mengajarkan bahwa diri kita berharga, dan perlindungan terbaik adalah kesadaran yang jernih tentang apa yang sehat dan apa yang tidak.

Jika kamu mencari buku yang ringkas, praktis, dan memberdayakan, karya ini layak masuk daftar bacaanmu.

**

Pernah merasa tidak nyaman tapi sulit menjelaskan kenapa?

Atau merasa dikendalikan tanpa sadar?

📘 Perisai Diri membantu perempuan memahami tanda-tanda manipulasi dan pelecehan — dan bagaimana melindungi diri dengan cara yang sehat dan berdaya.

Karena keselamatan dan ketenanganmu itu penting. 💛

#BookRelease #perisaidiriindonesia


buku perisai diri tersedia di 

lynk 

http://lynk.id/diannafi/13yq9qgoxl27

http://lynk.id/diannafi/13yq9qgoxl27/checkout


buku perisai diri juga tersedia di 

google play

https://play.google.com/store/books/details/Dian_Nafi_Perisai_Diri_Panduan_Perempuan_Menghinda?id=gXhLEQAAQBAJ


buku perisai diri juga tersedia di 

google book

https://books.google.co.id/books/about/Perisai_Diri_Panduan_Perempuan_Menghinda.html?id=gXhLEQAAQBAJ&redir_esc=y

 Autoetnografi Hybrid Paradox: Perjalanan Mencari Diri di Tengah Dunia yang Terus Bergerak



Ada masa dalam hidup ketika kita perlu berhenti sejenak—bukan untuk menyerah, tetapi untuk mendengarkan dengan lebih jujur apa yang sedang terjadi di dalam diri. Buku Autoetnografi Hybrid Paradox lahir dari masa-masa itu: masa pencarian, pergulatan, dan keberanian untuk melihat diri apa adanya.

Buku ini menggabungkan pendekatan autoetnografi—menulis diri melalui lensa budaya dan sosial—dengan perspektif hybrid paradox, yang mengakui bahwa identitas manusia tidak pernah tunggal. Kita selalu berada di tengah tarik-menarik: antara ruang publik dan ruang batin, antara tradisi dan modernitas, antara spiritualitas dan aktivisme, antara dunia fisik dan digital.

Melalui bab-bab yang menyentuh berbagai fase kehidupan—arsitektur sebagai cermin batiniyah, kota sebagai autobiografi yang berjalan, perempuan dan kepemimpinan, jalan sunyi kreativitas, hingga dilema pertumbuhan diri—pembaca diajak masuk ke ruang permenungan yang jujur, intim, dan apa adanya.

Buku ini cocok untuk:

  • mereka yang sedang berada di fase transisi hidup

  • pembaca yang menyukai memoir reflektif

  • pencinta kajian budaya, kota, dan identitas

  • penulis atau akademisi yang tertarik pada autoetnografi

  • siapa pun yang ingin memahami diri sendiri lebih dalam

Pada akhirnya, Autoetnografi Hybrid Paradox bukan hanya tentang penulisnya.
Ini adalah undangan.
Untuk Anda yang ingin merawat kesadaran, berdialog dengan hidup, dan merangkul kompleksitas diri tanpa takut tersesat.

Karena mungkin, justru di dalam paradokslah kita akhirnya menemukan bentuk paling jujur dari diri kita.


Link pembelian bukunya: https://play.google.com/store/books/details?id=k5OcEQAAQBAJ

  End Year Sale 2025: Semua Buku Dian Nafi Hanya Rp15.000!



Akhir tahun akhirnya tiba—dan itu berarti saatnya reward untuk diri sendiri! Mulai 1–31 Desember 2025, seluruh buku karya Dian Nafi hadir dengan harga super spesial: hanya Rp15.000 rupiah per judul.

Ya, benar. Semua. Hanya. Enam belas ribu.
Promo paling besar sepanjang tahun!

Kenapa Harus Borong Sekarang?

✨ Harga terbaik 2025
Diskon besar seperti ini hanya datang sekali setahun. Setelah ini, harga kembali normal.

✨ Ratusan judul inspiratif
Mulai dari pengembangan diri, spiritualitas, kreativitas, karier, hingga arsitektur, filsafat, dan masyarakat—semua bisa kamu pilih.

✨ Hadiah terbaik untuk akhir tahun
Awali 2026 dengan energi baru lewat bacaan yang memperluas wawasan dan menyalakan motivasi.

Rekomendasi Seri Populer yang Wajib Kamu Ambil

📘 Seri Beyond Success — untuk yang ingin naik level dalam hidup dan karier.
📙 Seri Resolusi — cocok untuk memetakan arah 2026 secara jernih dan terstruktur.
📗 Seri Filsafat & Pemikiran — memperkuat intelektualitas dan kedalaman berpikir.
📚 Seri Kreatif & Produktivitas — buat kamu yang ingin memulai proyek besar tahun depan.

Cara Mendapatkan Harga Promo

  1. Pilih buku-bukunya di platform resmi (Google Play Books / toko digital resmi lain).

  2. Tambahkan ke keranjang.

  3. 5arga otomatis muncul: Rp15.000 per buku selama periode 1–31 Desember 2025.

  4. Checkout dan nikmati bacaan berkualitas!

Tahun Berganti, Wawasan Bertambah

Akhir tahun adalah momen refleksi—dan buku adalah teman terbaik untuk perjalanan batin maupun perjalanan karier.
Jangan lewatkan kesempatan setahun sekali ini: End Year Sale Buku-buku Dian Nafi, semua hanya Rp15.000!

👉 Borong sekarang, sebelum kehabisan!

 ONT-EPI-AXIO: Menemukan Fondasi Ilmu di Dunia yang Semakin Kompleks



Dalam dunia yang bergerak cepat—di mana algoritma memprediksi pilihan kita, big data membanjiri ruang digital, dan teknologi mengubah cara kita hidup—sering kali kita lupa menanyakan pertanyaan paling mendasar:

Apa itu ilmu? Dari mana pengetahuan berasal? Dan untuk tujuan apa ia digunakan?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini justru membentuk dasar dari seluruh aktivitas penelitian dan praktik ilmiah. Dan di sinilah buku ONT-EPI-AXIO menemukan relevansinya.

Mengapa Buku Ini Penting?

Buku ini menyatukan tiga fondasi besar filsafat ilmu:

  • Ontologi — memahami hakikat realitas

  • Epistemologi — memahami cara memperoleh pengetahuan

  • Aksiologi — memahami nilai dan tujuan ilmu

Melalui penjelasan yang mengalir, jernih, dan penuh refleksi, pembaca diajak menelusuri sejarah pemikiran dari Yunani Kuno hingga tantangan pengetahuan di era digital.

Buku ini tidak hanya membahas teori. Ia menghubungkan konsep klasik dengan isu-isu modern seperti:

  • kecerdasan buatan dan bias algoritmik

  • data dan realitas virtual

  • etika teknologi

  • nilai dalam kebijakan publik

  • peran ilmu dalam keberlanjutan dan keadilan sosial

Untuk Siapa Buku Ini?

Buku ini cocok untuk:

  • mahasiswa yang sedang menyusun proposal atau skripsi

  • peneliti yang ingin memperkuat fondasi filosofis

  • akademisi lintas disiplin

  • praktisi yang menulis kebijakan publik

  • siapa pun yang ingin memahami ilmu secara lebih dalam dan reflektif

Lebih dari Sekadar Buku Referensi

ONT-EPI-AXIO adalah undangan untuk memperlambat langkah, kembali berpikir, dan menata ulang cara kita memahami dunia.
Ia bukan hanya menjelaskan ilmu, tetapi juga mengembalikan kemanusiaan ke dalam ilmu.

Di tengah dunia yang semakin kompleks, buku ini menjadi kompas intelektual—menuntun kita untuk berpikir lebih jernih, lebih dalam, dan lebih bertanggung jawab.




baca bukunya di sini >>

https://play.google.com/store/books/details?id=zbqbEQAAQBAJ

 Spiritualitas dalam Desain: Ketika Ruang Menjadi Jalan Pulang



Apakah sebuah ruang bisa menenangkan jiwa?

Bisakah desain membantu manusia hidup lebih sadar, lebih peka, dan lebih hadir?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang melahirkan buku Spiritualitas dalam Desain: Ruang, Kesadaran, dan Keheningan. Buku ini mencoba memetakan kembali hubungan manusia dengan ruang melalui pendekatan baru yang lembut, reflektif, dan penuh keheningan.

Bukan tentang gaya. Bukan tentang tren.
Tetapi tentang bagaimana ruang beresonansi dengan batin manusia.

Apa yang dibahas dalam buku ini?

Buku ini menyusuri banyak lanskap makna:

  • bagaimana cahaya, bayangan, dan ritme ruang memengaruhi kesadaran

  • bagaimana tubuh menjadi alat tafsir pengalaman arsitektural

  • bagaimana material menjadi bentuk meditasi sensorik

  • bagaimana ruang sakral tradisional Nusantara mengajarkan harmoni

  • bagaimana arsitektur modern dan kontemporer (Ando, Kuma, Bawa) merawat keheningan

  • bagaimana desain dapat dilakukan dengan empati, intensi, dan kesadaran

  • bagaimana ruang digital pun bisa menjadi arena kontemplasi

Buku ini tidak menawarkan jawaban final.
Ia menawarkan perjalanan—untuk mengenal cara kita melihat, merasakan, dan menghuni dunia.

Untuk siapa buku ini?

  • arsitek

  • desainer interior

  • desainer produk

  • perupa dan kreator

  • praktisi mindfulness

  • pecinta ruang yang indah dan bermakna

  • atau siapa saja yang ingin hidup lebih pelan dan lebih sadar

Mengapa penting?

Di tengah dunia yang bising, cepat, dan terfragmentasi, ruang yang hening adalah kebutuhan.
Desain yang menyembuhkan adalah urgensi.
Kesadaran adalah kompas baru.

Spiritualitas dalam Desain hadir sebagai jembatan antara dunia luar dan dunia dalam—mengembalikan kita pada inti: bahwa ruang yang baik selalu memanusiakan.

Penutup

Semoga buku ini menjadi teman perjalanan Anda dalam menciptakan ruang, menghuni dunia, atau menemukan diri sendiri.

Ruang adalah doa.
Desain adalah jalan pulang


Dapatkan bukunya di sini >> https://play.google.com/store/books/details?id=9SibEQAAQBAJ

Bounce Back: Seri Buku untuk Bangkit, Menata Ulang, dan Menemukan Kembali Hidupmu



Setiap orang pasti pernah menghadapi masa-masa sulit — kehilangan arah, gagal, atau terpuruk karena tantangan hidup. Tetapi, yang membedakan adalah bagaimana kita bangkit kembali. Seri Bounce Back dari Dian Nafi hadir sebagai panduan inspiratif untuk kembali kuat, menemukan tujuan baru, dan membangun koneksi yang bermakna.

Buku-Buku dalam Seri Bounce Back

  1. REINVENTION
    Menemukan versi diri yang baru setelah fase lama. Buku ini mengajarkan cara melepaskan masa lalu dan membangun diri yang lebih tangguh.

  2. Re-Purpose
    Setelah kehilangan arah atau menghadapi perubahan, buku ini membantu pembaca menemukan tujuan baru dan meredefinisi hidup dengan penuh makna.

  3. Reclaim Your Life
    Saat hidup terasa di luar kendali, buku ini memberikan strategi untuk mengambil kembali kontrol atas hidupmu, membangun ketangguhan pribadi, dan melangkah maju dengan percaya diri.

  4. Reclaim Your Connection
    Tidak hanya tentang diri sendiri, buku ini menekankan pentingnya memperbaiki hubungan sosial dan emosional, membangun jaringan yang mendukung pertumbuhan pribadi.

  5. Designetic

            bagaimana mendesain, menata ulang hidup, reset, dan mulai dari awal

Mengapa Seri Ini Cocok untukmu

Seri Bounce Back bukan sekadar buku motivasi. Setiap halaman dirancang untuk memberikan wawasan praktis, panduan reflektif, dan strategi nyata bagi mereka yang ingin:

  • Bangkit dari kegagalan atau kehilangan.

  • Menemukan kembali tujuan hidup dan arah karier.

  • Membangun mental dan emosional yang tangguh.

  • Memperkuat hubungan sosial dan emosional.

Dengan bahasa yang hangat, inspiratif, dan mudah dipahami, seri ini membantu pembaca mengubah tantangan menjadi peluang pertumbuhan.

Bangkit dan Ambil Kendali Hidupmu

Tidak ada kata terlambat untuk memulai kembali. Dari transformasi diri di Reinvention, menemukan makna baru di Re-Purpose, merebut kembali hidup di Reclaim Your Life, hingga memperbaiki hubungan di Reclaim Your Connection — seri Bounce Back membimbingmu untuk maju dengan percaya diri, sadar, dan penuh energi positif.


 



Menanam Masa Depan: Kisah Pejuang Pangan Berkelanjutan

Di sebuah lahan kecil di pinggiran kota, seorang pemuda tampak menunduk, menanam bibit sayur dengan gerak yang penuh kesabaran. Matahari mulai meninggi, embun belum sepenuhnya hilang, dan udara pagi membawa aroma tanah basah yang akrab.
Di sanalah Kevin Gani memulai harinya, dengan tangan yang kotor, tapi hati yang bersih.

Bagi Kevin, tanah bukan sekadar lahan; ia adalah ibu yang memberi kehidupan, guru yang mengajarkan ketekunan, dan cermin yang memantulkan hubungan manusia dengan alam.
Dari keyakinan itulah lahir gerakan kecilnya: inisiatif pangan berkelanjutan yang menghubungkan petani lokal, generasi muda, dan masyarakat urban dalam satu ekosistem keberlanjutan.

Kisah Kevin tidak dimulai dari kelimpahan.
Ia tumbuh di tengah paradoks negeri agraris: tanah subur yang sering ditelantarkan, hasil panen melimpah tapi petani tetap miskin, pangan berlimpah tapi banyak anak kekurangan gizi.
Kegelisahan itu menjadi api kecil yang mendorongnya untuk bergerak.

Ia mendirikan komunitas pertanian regeneratif, mengajarkan praktik bercocok tanam tanpa pestisida berlebihan, memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk, dan memasarkan hasil tani langsung ke konsumen tanpa perantara.
Tidak hanya soal bertani, Kevin menanam kesadaran baru: bahwa makan adalah tindakan ekologis, dan setiap butir beras menyimpan kisah panjang antara manusia dan bumi.

Baginya, pangan berkelanjutan bukan jargon akademik, melainkan cara mencintai bumi secara konkret.
Ia sering berkata, “Kalau kita mencintai alam, alam akan mencintai kita kembali — lewat hasil panennya, lewat udara yang kita hirup, lewat keseimbangan hidup yang tenang.”

Aku membaca kisah Kevin dengan rasa campur aduk antara kagum dan malu.

Kagum pada ketulusannya; malu karena sering kali aku sendiri hidup terlalu jauh dari tanah.
Makanan yang kumakan setiap hari datang begitu saja — dari pasar, dari aplikasi pesan antar — tanpa pernah kupikir siapa yang menanamnya, siapa yang mencucurkan keringat di bawah terik matahari untuk memberiku sesuap nasi.

Kevin membuatku berhenti sejenak.
Ia mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan alam adalah relasi spiritual yang sudah lama kita abaikan.
Bahwa krisis iklim, krisis pangan, dan bahkan krisis batin, bisa jadi bermula dari satu hal sederhana: kita lupa berterima kasih pada bumi.

Di lapangan, Kevin bekerja bukan sendirian.
Ia menggandeng petani muda, membangun pelatihan bagi anak sekolah, dan mengembangkan sistem distribusi yang adil.
Ia percaya, kemandirian pangan harus dimulai dari desa, dari tangan-tangan muda yang berani kembali menanam.

Lewat proyeknya, ia mengubah lahan terlantar menjadi kebun produktif, dan memadukannya dengan konsep agro-edukasi.
Anak-anak diajak turun ke tanah, merasakan tekstur lumpur, belajar menanam, dan memahami bahwa nasi bukan hanya hasil dari padi — tapi dari kerja keras, doa, dan cinta.

Aku membayangkan wajah-wajah mereka yang tertawa saat menanam bibit pertama.
Mungkin di situ ada harapan baru untuk Indonesia — harapan yang tumbuh di sela daun selada, harapan yang hijau dan hidup.

Dalam refleksiku, kisah Kevin adalah doa bagi bumi dan generasi masa depan.
Ia mengajarkanku bahwa keberlanjutan bukan tentang slogan besar, tapi tentang kesetiaan pada hal-hal kecil: tidak membuang makanan, membeli dari petani lokal, mengolah kembali sisa dapur, dan memperlakukan tanah dengan hormat.

Aku teringat masa kecilku di rumah nenek, saat kami menanam cabai di pot bekas.
Setiap kali cabai itu berbuah, ada rasa bangga kecil yang sederhana — rasa bahwa kami ikut menyambung kehidupan.
Kini, membaca perjalanan Kevin, aku merasa panggilan itu datang lagi: untuk kembali menanam, meski hanya di halaman kecil, untuk ikut menjaga keseimbangan yang rapuh antara manusia dan alam.

Kevin Gani telah meneladankan Semangat Astra untuk Indonesia dengan caranya sendiri — membumi, rendah hati, tapi berdampak.
Ia tidak menunggu perubahan datang dari atas; ia menanamnya sendiri, setiap hari, setetes demi setetes, benih demi benih.

Dan dari setiap tunas yang tumbuh di kebun kecilnya, kita belajar bahwa masa depan Indonesia tidak dibangun dari beton dan baja semata,
tetapi juga dari tanah yang subur, dari tangan yang menanam, dan dari hati yang mencintai bumi.

Aku menutup tulisan ini dengan satu kalimat yang bergema dalam pikiranku:
“Menanam adalah bentuk paling sunyi dari harapan.”
Dan di tangan Kevin, harapan itu tumbuh, hijau, lembut, dan terus hidup. 

 

🌿 Seri Buku “CONSCIOUSNESS” oleh Dian Nafi: Menyelami Kesadaran dalam Kehidupan Sehari-hari



Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang menuntut kecepatan dan produktivitas tanpa jeda, kita sering lupa satu hal sederhana — kesadaran.
Kesadaran untuk hadir, untuk merasa, dan untuk hidup dengan penuh makna.

Melalui Seri Buku CONSCIOUSNESS, penulis produktif Dian Nafi mengajak kita kembali menengok ke dalam diri.
Tujuh buku reflektif ini bukan hanya kumpulan tulisan, tapi perjalanan spiritual dan psikologis menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri, cinta, relasi, dan kehidupan.

✨ Tentang Seri “CONSCIOUSNESS”

Seri ini dirancang sebagai peta perjalanan batin — dari tahap menyadari diri hingga mencapai kedamaian yang terintegrasi dengan dunia sekitar.
Bahasanya ringan, naratif, dan penuh renungan, khas gaya penulisan Dian Nafi yang menggabungkan kedalaman spiritual dengan kehangatan humanistik.

Setiap jilid membawa tema kesadaran yang berbeda:

  1. Reinvention— Foundations of Presence
    Panduan untuk memulai ulang cara hidup dan belajar hadir sepenuhnya dalam setiap napas kehidupan.

  2. Biarkan Aku Gila Sehari Saja — Permission to Feel
    Sebuah ajakan untuk berdamai dengan emosi, menerima kegilaan manusiawi, dan memberi ruang bagi kejujuran batin.

  3. Bengkel Jiwa Undimensioned— Practices for Inner Work
    Buku reflektif yang menghadirkan latihan dan wacana untuk menata ulang relasi kita dengan diri sendiri.

  4. Great Lover — Relational Awareness
    Kumpulan esai tentang cinta, hubungan, dan kesadaran dalam memberi serta menerima kasih dengan tulus.

  5. Perempuan & Ibu — Embodied Consciousness
    Perspektif mendalam tentang tubuh, peran, dan kesadaran perempuan dalam keseharian yang spiritual.

  6. Life Purpose — Sacred and Everyday Awareness
    Mengaitkan ruang spiritual dan keseharian, mengajarkan bahwa kesadaran bisa tumbuh bahkan di tengah rutinitas paling sederhana.

  7. What a Life— Witnessing and Healing
    Sebuah perjalanan penyembuhan dari luka dan pengkhianatan, dengan kesadaran sebagai jalan pulang.

💫 Mengapa Perlu Membaca Seri Ini

Seri CONSCIOUSNESS bukan buku tentang teori besar atau nasihat moral.
Ia adalah undangan untuk hadir — di tengah aktivitas, di antara doa, di sela kesedihan, dan di ruang-ruang hening yang kita abaikan.

Dian Nafi menulis dengan kelembutan yang membimbing, bukan menggurui.
Setiap halaman menyalakan kesadaran kecil, bahwa spiritualitas bukan sesuatu yang jauh, melainkan sesuatu yang kita alami setiap hari — dalam cara kita mencintai, bekerja, berbicara, dan diam.

🌸 Kutipan dari Seri

“Kesadaran bukan datang dari pencapaian besar,
tapi dari keberanian kecil untuk berhenti — dan mendengarkan batin sendiri.”
(— Dian Nafi, Bengkel Jiwa)

📚 Temukan Kesadaranmu

Seri CONSCIOUSNESS adalah ruang pertemuan antara sastra, spiritualitas, dan psikologi kehidupan modern.
Bacalah perlahan. Renungkan. Dan biarkan setiap kata membuka lapisan kesadaran yang mungkin telah lama tertidur.

🌿 Seri Buku CONSCIOUSNESS
✍️ Karya: Dian Nafi
📖 Tersedia mulai Oktober 2025 di toko buku daring dan penerbit Hasfa Publishing.


          link pembelian buku: https://play.google.com/store/books/series?id=rYeLHAAAABAnmM&pli=1 

#DianNafi #ConsciousnessSeries #KesadaranHidup #Mindfulness #BengkelJiwa #BukuReflektif #SpiritualitasModern


 Joy Learning: Merayakan Hidup dengan Belajar




 Joy Learning: Merayakan Hidup dengan Belajar

Belajar sering kali dipersepsikan sebagai sesuatu yang berat, penuh tekanan, bahkan membosankan. Kita tumbuh dengan bayangan ujian, ranking, dan nilai—seolah belajar hanya tentang angka di rapor. Padahal, sejatinya belajar adalah perjalanan menemukan, merayakan, dan mengalami dunia dengan cara yang selalu baru.

Buku Joy Learning lahir dari kerinduan untuk mengembalikan semangat itu. Sebuah undangan untuk menemukan kembali kegembiraan belajar, membuka diri pada pembaruan, dan berani melepaskan hal-hal yang sudah usang.

Ada tiga pilar utama yang menjadi inti:

  • Joy Learn – Belajar dengan rasa ingin tahu, antusiasme, dan kegembiraan.

  • Relearn – Belajar ulang dengan rendah hati agar tetap tumbuh di dunia yang berubah.

  • Unlearn – Melepaskan beban pola pikir lama yang membatasi diri.

Buku ini bukan sekadar teori. Ia adalah refleksi, pengalaman, dan panduan praktis untuk siapa saja: pelajar, pendidik, orang tua, pekerja, bahkan pemimpin. Karena pada akhirnya, hidup adalah sekolah terbesar—dan kita semua adalah muridnya.

Mari kita rayakan hidup dengan belajar.
Mari belajar dengan gembira, ulang, dan berani melepaskan.
Karena masa depan bukan milik yang paling pintar, tetapi milik mereka yang mau terus belajar.


LINK BUKU JOY LEARNING 

https://books.google.co.id/books/about?id=zmWIEQAAQBAJ&redir_esc=y

 Justice from the Ground Up: Reflections on My New Book




When we think about justice, we often picture courtrooms, judges, and thick books of law. But for many women in Indonesia, justice doesn’t begin there. It begins in small, everyday spaces: a village hall where a paralegal patiently explains someone’s rights, a rented house that doubles as a safe space, or a WhatsApp group where survivors quietly seek advice.

These are the stories that inspired my new book, Co-Producing Justice: Grassroots Paralegals, Safe Spaces, and Women’s Empowerment in Indonesia.

The book explores how women and communities are building an ecosystem of justice that is not only legal, but also spatial and social. It highlights the powerful role of Muslimat NU paralegals who guide neighbors through complex legal systems, the importance of safe houses and consultation rooms as infrastructures of dignity, and the ways state–civil society partnerships can transform governance.

One of the key insights I share is that justice is not only about punishment—it is about protection, empowerment, and co-creation. Survivors are not just passive recipients of aid; they are leaders and decision-makers shaping their own futures.

Why does this matter? Because the challenges faced in Indonesia are not unique. Across the Global South, communities are asking how justice can be made accessible, safe, and culturally resonant. Indonesia’s story offers valuable lessons: how faith-based organizations can innovate justice, how digital tools are opening new pathways, and how women’s agency transforms entire communities.

I hope this book will serve as both a reflection and an invitation:
✨ A reflection on how far we’ve come in reimagining justice.
✨ An invitation to scholars, policymakers, and activists to join in co-creating a future where justice truly belongs to everyone.

If you’re curious, passionate, or working in the fields of gender justice, law, or community empowerment—I invite you to explore Co-Producing Justice and walk alongside the women and communities who are transforming silence into strength.

Read the book at google play book

also available at google books 

bit.ly/DianNafi


 


Setiap penelitian selalu berangkat dari pertanyaan. Namun, sering kali data yang kita kumpulkan terasa kering—seperti angka-angka tanpa nyawa. Padahal di balik angka, ada cerita. Ada pengalaman yang bisa memperkaya pemahaman kita tentang manusia dan dunia sosial.

Di sinilah Narrative Inquiry hadir.

Metode riset ini membantu peneliti menggali cerita dari partisipan, lalu menafsirkannya sebagai sumber pengetahuan yang bernilai. Dengan pendekatan naratif, penelitian bukan hanya sekadar laporan akademik, tetapi juga jendela untuk memahami pengalaman manusia dengan lebih mendalam.

Apa Itu Narrative Inquiry?

Secara sederhana, Narrative Inquiry adalah metode penelitian kualitatif yang berfokus pada kisah hidup seseorang. Cerita-cerita yang dikumpulkan bukan hanya menjadi data, tapi juga jantung dari penelitian.

Metode ini banyak digunakan di bidang pendidikan, psikologi, kesehatan, bahkan studi budaya—karena ia mampu menangkap nuansa, emosi, dan makna yang sering hilang dalam data kuantitatif.

Mengapa Penting untuk Dipelajari?

Bagi mahasiswa yang sedang menulis skripsi atau tesis, Narrative Inquiry bisa menjadi metode yang lebih dekat dengan manusia—sehingga proses penelitian terasa lebih hidup.
Bagi dosen atau peneliti, metode ini membuka peluang untuk menghasilkan riset yang tidak hanya akademis, tapi juga humanis dan menyentuh.

Belajar Narrative Inquiry dengan Mudah

Untuk Anda yang ingin mendalami metode ini, kini tersedia:

📘 Buku "Metode Riset Narrative Inquiry"
– Menjelaskan dasar-dasar konsep, langkah teknis, hingga contoh aplikasinya dalam penelitian nyata.

bisa dibeli via google play book
https://play.google.com/store/books/details/dian_nafi_Meruang_Cerita?id=cZ53EQAAQBAJ

atau via google book
http://books.google.com/books/about?id=cZ53EQAAQBAJ



🎓 Kursus Online Narrative Inquiry
– Membimbing Anda langkah demi langkah, mulai dari menyusun pertanyaan riset, teknik wawancara naratif, hingga menulis hasil penelitian yang kaya makna.

link kursusnya 
https://www.udemy.com/course/metode-riset-narative-enquiry/

Keduanya dirancang agar siapa pun—baik mahasiswa, dosen, maupun peneliti—bisa memahami Narrative Inquiry tanpa kebingungan.

Meneliti Bukan Hanya Mengumpulkan Data

Pada akhirnya, penelitian adalah tentang manusia. Narrative Inquiry mengajarkan kita untuk lebih peka, lebih mendengar, dan lebih menghargai pengalaman hidup orang lain.

🌿 Dengan belajar metode ini, Anda tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga menyuarakan kisah-kisah yang layak untuk didengar.



Postingan Lama Beranda

Daftar Blog Saya

  • DeMagz
  • dian nafi
  • Hasfa
  • hybrid writerpreneur
  • writravelicious

Popular Posts

  • 21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator
  • Gratitude Journal 2022 Dian Nafi
  • Gratitude Journal 2021 #DNevents
  • Arsitektur Nusantara Yori Antar
  • New Book: Unfairness by Dian Nafi
  • Arsitektur Nusantara Mengkini dan Menanti
  • Desain Rumah Tinggal Blambangan
  • HASFA Architecture Design Consultant
  • Dede's Design
  • Corners Of Hasfa Camp Coworking Space

Most Popular

21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator

21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator

Ketika Ruang Tidak Lagi Sekadar Bangunan

Ketika Ruang Tidak Lagi Sekadar Bangunan

Popular Posts

  • 21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator
    21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator  Ide sesungguhnya mudah dan gratis, eksekusinya yang mahal dan sulit. Bukan saja karena mem...
  • Ketika Ruang Tidak Lagi Sekadar Bangunan
     Ketika Ruang Tidak Lagi Sekadar Bangunan Saya pertama kali menyadari bahwa ruang bisa “berbicara” saat berdiri sendirian di sebuah masjid t...
  • Discover the Secret of Copywriting Success with Dian Nafi
      Discover the Secret of Copywriting Success with Dian Nafi Copywriting memiliki pengaruh yang besar pada tingkat keberhasilan bisnis yang d...
  • Perisai Diri: Panduan Ringkas untuk Perempuan Menghindari Pelecehan dan Manipulasi
     Perisai Diri: Panduan Ringkas untuk Perempuan Menghindari Pelecehan dan Manipulasi Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin komplek...
  • Menggali Cerita, Menemukan Makna: Belajar Riset dengan Narrative Inquiry
      Setiap penelitian selalu berangkat dari pertanyaan. Namun, sering kali data yang kita kumpulkan terasa kering—seperti angka-angka tanpa ny...
  • NanoWrimo Help Novelist
    NanoWrimo Help Novelist Menulis kalau nggak dipaksa seringkali gak bakal rampung. Nanowrimo adalah program internasional yang sangat ...
  • Autoetnografi Hybrid Paradox: Perjalanan Mencari Diri di Tengah Dunia yang Terus Bergerak
     Autoetnografi Hybrid Paradox: Perjalanan Mencari Diri di Tengah Dunia yang Terus Bergerak Ada masa dalam hidup ketika kita perlu berhenti s...
  • End Year Sale 2025: Semua Buku Dian Nafi Hanya Rp15.000!
      End Year Sale 2025: Semua Buku Dian Nafi Hanya Rp15.000! Akhir tahun akhirnya tiba—dan itu berarti saatnya reward untuk diri sendiri! Mul...

Cari Blog Ini

Events

  • Events 2022
  • Events 2021
  • Events 2020
  • Events 2019
  • Events 2018
  • Events 2017
  • Events 2016
  • Events 2015
  • Events 2014
  • Events 2013
  • Events 2011-2012

Archive

  • ▼  2025 (19)
    • ▼  Desember (4)
      • Ketika Ruang Tidak Lagi Sekadar Bangunan
      • Perisai Diri: Panduan Ringkas untuk Perempuan Meng...
      • Autoetnografi Hybrid Paradox: Perjalanan Mencari D...
      • End Year Sale 2025: Semua Buku Dian Nafi Hanya Rp1...
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2024 (25)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2023 (32)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2022 (36)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (15)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (31)
    • ►  Desember (12)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (89)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (38)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2019 (61)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (24)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2018 (46)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (108)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (57)
    • ►  Maret (13)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (36)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (29)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  September (1)

Make a Difference with Education

Make a Difference with Education

Pages - Menu

  • Hasfa Institute
  • Hasfa Architecture Consultant
  • Hasfa Books & Publishing
  • About and Contact Hasfa

Hasfa

Menerbitkan dan Menumbuhkan Kebaruan

Novel K-San

Novel K-San

Categories

Buku 120 arsitektur 89 Pelatihan 58 Novel 53 tips 34 cerpen 15 perempuan 12 pesantren 11 motivasi 10 puisi 10 pengembangan diri 8 enterpreneurship 7 spiritual 7 novela 4 anak 2 komik 2

Advertisement

Responsive Advertisement
  • Home
  • Books
  • _Fiksi
  • __Cerpen
  • __Novel
  • __Puisi
  • _Non Fiksi
  • _Cerita Anak
  • _Fantasi
  • Institute
  • Arsitektur
  • Foundation
  • Contact

Advertisement

AD BANNER
  • Home
  • Kelas Blog to Book
  • Kelas Writerpreneurship
  • Kelas Memoir Biografi
  • Kelas Artikel
  • Kelas Creative Writing
  • Kelas Novel
  • Kelas Cerpen
  • Kelas Menulis Fiksi
  • Kelas Penerbitan
  • Kelas Menulis Buku
  • Kelas Enterpreneurship
  • Kelas Puisi
  • Kelas Script Film

hasfriends

hasfriends

Tags

  • Kelas
  • Pelatihan
  • event
  • fiksi
  • non fiksi
  • puisi
  • review
  • tips

Hasfa Institute

  • Kelas Blog
  • Kelas Content Writing
  • Kelas Copy Writing
  • Kelas Digital Marketing

Copyright © 2016 Hasfa. Created by OddThemes