Selasa, 28 Maret 2017

Review Generasi Copy Paste

Review Generasi Copy Paste kiriman pembaca





Alhamdulillah senang sekali saat membaca review dari pembaca lagi.
Kali ini dari mizukemeu.

NIh dia hasil pembacaan dan apresiasinya atas buku Gus Awy Qolawun ini.


Judul : Generasi Copy Paste
Nama Penulis : Awy A Qolawun
Editor : Tim Hasfa
Cover : Diandracreative Design
Tata Letak : Diandracreative Design
Penerbit : Hasfa Publishing
Tanggal Terbit : Mei 2014
Edisi : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-7693-12-8


“Al-aqil, man i’tabaroo bi maa ro-a, wa itta’adzo bi maa sami’a – Bahwa orang yang mau berpikir adalah orang yang mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya, dan memetik pesan dari apa yang didengarnya.” –hal. 5
Kapan kalian mengalami kegagalan ?
Hari ini ?
Kemarin ?
2 bulan lalu ?
Atau satu tahun lalu ?
Diantara kita pasti pernah merasakan yang namanya kegagalan kan ? Namun tentu saja kita membutuhkan semangat juang yang tinggi untuk bisa bangkit lagi. Termasuk saya. Saya kerap mengalami rasa patah semangat saat pertama kali gagal. Padahal tak selamanya sebuah usaha itu selalu gagal kan ? Batu besar yang hancur oleh pukulan godam bukan hancur sebab pukulan terakhir, tetapi sebab rangkaian pukulan bertubi-tubi yang ia terima mulai dari awal.
Kalian juga tahu kan tentang kisah terkenal saat bagaimana Thomas Alva Edition sukses membuat lampu bohlamnya menyala setelah gagal dalam 1000 kali eksperimen ?
“Seorang muslim yang baik adalah yang memiliki daya juang tinggi, tidak takut akan kegagalan dan gigih laksana baja. Memandang segala sesuatu dengan rasa optimis. Tentu saja disertai rasa Tawakkal yang tinggi setelah menempuh sebab.” –hal. 7
Di bab 1-momen 1 dalam buku ini saya belajar yang namanya kegagalan dan usaha agar tidak berputus asa.
Buku Generasi Copy Paste ini banyak menyajikan kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang kadang luput dari penerungan kita. Membaca buku ini banyak memberikan wawasan baru bagi saya. Tentang hal-hal yang kadang saya abaikan, padahal kalau kita mau merenungkannya, akan banyak hal yang kita dapati dari penerungan itu.
“Mereka pun selalu “bepergian”, selalu “travelling keliling dunia”, meski sebagian besar di antara mereka tidak memiliki paspor. Mereka sanggup menempuh “ribuan kilometer” sementara dia duduk di tempatnya. Begitu juga “kembali” lagi ke tempat semua tapi pikirannya masih tersangkut melayang pada “perjalanannya” barusan.” –hal.51
“Hidupnya hanya dalam awang-awang, imajinasi, bayangan, menangis sendiri, tertawa sendiri, marah sendiri, bicara sendiri; tak peduli lingkungan dan sekitar, tanpa memberi konstribusi apapun bagi kehidupan.” –hal.52
Beberapa kutipan di atas saya dapat dari momen 13 yang diberi judul Generasi Copy Paste yang entah kenapa cukup menampar dan menyinggung saya. Saya adalah seorang pembaca. Pembaca novel bergenre apapun yang merasakan seperti kutipan diatas. Tentu saja pembaca seperti saya akan merasakan keliling dunia tanpa beranjak dari tempat duduknya jika novel yang kami baca mengambil setting di luar negeri/setting di beberapa tempat. Saya juga akan menangis sendiri jika novel yang saya baca mengharukan atau tertawa sendiri jika novel itu termasuk novel humor. So, apakah itu berarti seorang pembaca novel termasuk dalam Generasi Copy Paste ?
Entahlah, saya belum tahu pasti, karena di dalam momen 13 ini yang dimaksudkan Generasi Copy Paste adalah generasi produk “Playstation” dan anak-anak “Google”. Yah..mungkin harus dijelaskan lebih detail lagi agar saya juga tidak salah mengartikan kutipan diatas.
Penulis juga sangat lihai menuturkan setiap cerita. Dari sekian cerita yang disuguhkan saya menyukai beberapa diantaranya. Sebut saja momen 12 : Budaya Mengintimidasi Kaum Wanita. Yang berisi tentang beberapa peribahasa dunia tentang kaum wanita yang terkesan merendahkan.
“Wanita adalah sabunnya pria.” –Peribahasa Perancis.
Momen 23 : Belajar Kebersamaan dari Lomba Gerak Jalan. Yang berisi tentang pentingnya kita melatih kebersamaan, kekompakan, gotong royong dan kerjasama. Ada juga momen 31 : Belajar Menghargai Perbedaan dari Para Ahli Hadits. Yang mengajarkan kita untuk belajar banyak dalam menyikapi hidup dan tidak merasa paling benar sendiri. Dan bab terakhir yang menurut saya terjadi di era sekarang ini adalah momen penutup : Merenungi Kebodohan.
Pernahkah kalian merenungi kebodohan ?
Semakin hari semakin banyak terjadi ketidakberesan yang terjadi di lingkungan kita, di masyarakat kita, dan secara umum, dalam tubuh bangsa kita.
Ketidakberesan sosial.
Ketidakberesan moral.
Ketidakberesan politik.
Ketidakberesan dalam beragama.
Ketidakberesan bermasyarakat.
Kita pasti bertanya-tanya dalam hati, apa sebab semua fenomena ini? Fenomena ketidakseimbangan moral yang sangat parah, degradasi perilaku yang drastis terjun bebas ke dasar jurang keburukan bahkan sampai menancap pada ranah kenistaan, sampai kehilangan identitas dan karakter sebagai bangsa timur yang memiliki adat istiadat budi pekerti tinggi meski berbeda keyakinan.
Sudahkah kalian menemukan jawabannya ?
Well, banyak pelajaran hidup yang saya dapat dari buku ini. Tentang kegagalan, pembenahan diri, toleransi dan cara menjaga perasaan orang lain, dsb. Juga banyak ilmu serta wawasan baru yang membuat saya berulang kali berpikir, “kenapa saya baru sadar hal ini sekarang?”
Menurut saya, buku ini termasuk buku bacaan yang berat. Mengingat ada beberapa bab yang kurang saya mengerti apa isinya. Istilah-istilah islam pun banyak bertebaran di buku ini, yang termasuk baru bagi saya. Namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Bahasa yang dituturkanpun tidak menggurui dan malah membuat saya merenungkan semua cerita yang ada dalam buku ini.
Cerita yang dituturkan memang sederhana, tapi percayalah dalam setiap cerita yang disajikan selalu terdapat pesan moral yang disampaikan penulis untuk para pembacanya. Pesan moral yang harus kita renungkan dengan bijak agar menjadikan pribadi kita menjadi seorang muslim yang lebih baik lagi dari hari kemarin.
Terakhir, ternyata masih banyak hal yang harus saya renungkan ? Bagaimana denganmu ?
**
Keren ya reviewnya, sekeren buku Generasi Copy Paste.
Selain GCP, ada juga buku Bengkel Jiwa karya Gus Awy juga terbitan Hasfa.
Buku-buku Hasfa Publishing terdapat di Gramedia, Gunung Agung,Togamas, dan agen/tokobuku terdekat . Atau bisa juga dengan pembelian online.
Silakan pesan via sms/wa 085701591957. Tulis nama/alamat/jmlh/judul buku yg dipesan 
Jika ingin mengadakan bedah buku, silakan hubungi nomor yang sama ya, atau email ke hasfagroup@gmail.com. Tulis judul buku/nama instansi/komunitas yang hendak mengadakan event

20 komentar:
Write coment�rios
  1. Semoga dengan semakin eksisnya teknologi 4.0, GCP ini semakin berkurang ya mbak.
    Dan bisa melahirkan penulis yang mengedepankan norma norma umum di masyarakat. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamin ya robbal alamiin. semoga makin banyak ide dan eksekusinya yang orisinil ya mbak, juga penulis yang hebat

      Hapus
  2. Eh, aku punya bukunya dan udah khatam sejak lama. Baru nyadar kalau ini cetakan dari hasfa publishing, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, mau dong review buku generasi copy paste ini, mbak.

      Hapus
  3. jadi penasaran sama isi bukunya, nih, mbak, apalagi aku punya anak kecil dan semoga nggak ikut "arus" gini meski susah ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyiik. yuk baca buku generasi copy paste, semoga terinspirasi dan bisa menginspirasi anaknya juga :)

      Hapus
  4. Waw, ternyata memang spesial sekali yang namanya persahabatan anak2. Apalagi sampai seakrab itu. Sebuah proses untuk sebuah kegagalan, gagal, lalu bisa bangkit kembali ya Mbak, aku makin kepo sama bukunya dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyesss, bangkit terus sampai berhasil. ayo dibeli dan dibaca bukunya :)

      Hapus
  5. Jadi penasaran setelah baca reviewnya ya mbak, apalagi ditulis oleh Gus Awy kadang butuh perenungan dan kedalaman hati untuk memahami maknanya. Sukses untuk buku dan penerbitnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyikk, selamat membaca dan merenung. terima kasih banyak mbak :)

      Hapus
  6. Membaca judul buku ini aku sempat penasaran apa ygdimaksud generasi copy paste itu..dan ada bayangan seelah membaca review ini..
    Semoga sukses selalu, mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin. terima kasih atas doa dan dukungannya ya:)

      Hapus
  7. Bukunya cocok banget buat remaja laki-laki atau perempuan ya? Sukses bukunya ya mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. cocok buat semuanya mbak, aamiin aamiin. makasih ya mbak :)

      Hapus
  8. Baca reviewnya langsung penasaran deh. Kayanya cocok buat bacaan nadia yg udah beranjak abege

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah cocok memang untuk anak-anak abege nih. Tengkyu ya

      Hapus
  9. Aku baca buku generasi copy paste ini juga tertarik dengan pembelajaran yang bisa dilakukan setelahnya. Terutama tentang toleransi dan menjaga perasaan orang di sekitar kita.

    Anakku yang sulung aku suruh baca juga, tapi kayaknya belum sempat. Bukunya masih di rak lemari di rumah, padahal anaknya udah kemana-mana

    BalasHapus
  10. aku penasaran sama isi buku ini, kayaknya aku akan butuh banget karena anakku menuju dewasa.. semoga bisa yaa ketemu bukunya disini

    BalasHapus
  11. Lalu istilah generasi copas yang terkait dengan kegagalan mengacunya kemana mba? Iya kayaknya rada berat nih pembahasannya, bacanya kudu pelan pelan dan menghayati.

    BalasHapus
  12. Penasaran sama bukunya. Baca ulasannya aja ikut merasa tersindir, hihi.

    BalasHapus

Interested for our works and services?
Get more of our update !