Juli 2020 - Hasfa

Minggu, 26 Juli 2020

Ethnographic Field Notes

Juli 26, 2020 0
Ethnographic Field Notes
Ethnographic Field Notes

Zoominar Leiden Ethnographic Field Notes kemarin memasuki bagian terakhir setelah 7 seri sebelumnya sukses digelar.


Baca juga:
Zoominar Riset Etnografi
Menulis Riset dengan Metoda Etnografi

Zoominar Penelitian sastra


Berikut beberapa rangkuman sesi terakhir ini:

Kadang kita nggak tahu mana data penting dan tidak. Setelah 1 tahun baru nyadar, lah knapa data kemarin tidak diambil, tidak dipakai padahal ternyata penting.

Beda #fenomenologi dan #etnografi? Hampir sama Fenomenologi berangkat dr fenomena. Knapa itu tjd dst Memori peneliti, kdg kalau capek berpengaruh juga

Riset bisa berbulan2
Tema utama muncul,dilist dulu Saat mengolah data,bisa kacau banget, perlu penelusuran temuan2nya berdasarkan list tema utama Tdk pakai tool tertentu Mentranskrip sebagian dg bantuan alumni sosioliologi Tdk semua krn terlalu byk Time frame periodisasi data jelas

Tp kdg ada data2 sblmnya yg relevan tp tdk diambil saat timeframe Bisa tetap berguna, meski 10-20 th lagi Jgn buang data, transkrip, krn akan sangat bernilai Bikin tabel, kategori2, blok satu sama lain Onenote hy utk klasifikasi 2 software envivo, dan apa gak jelas eh

Bikin catatan samping atas apa2 yg perlu diinterpretasi Kalau gak pakai software, mmg susah saat memakai data

Data management plan Memory collective Kalau manual, kunci dan panduan dg tema, keyword, kategorisasi Bhkn keyword bisa utk cari data tambahan Struktur berdsr keyword

bagaimana membangun raport penilitian pada partisipan pada isu yang sensitif?

Bgm membatasi diri pd saat penelitian di lpgn, agar penelitian tdk keluar jalur dr rancangan penelitian yg sdh dibuat. Mengingat dg penelitian yg berlangsung lama, ada kemungkinan keterlibatan subjektif peneliti dg responden bisa membuat kita keluar jalur dr rencana awal riset

Kalau ada hal2 yg tdk kita ketahui, lalu muncul, justru kita beruntung Tdk jarang mengumpulkan hal2 yg spt tdk relevan. Tahu berguna/tdk, stlh menulis. Patokan pd pertanyaan penelitian Teori juga membantu Peran subyek membangun narasi itu penting,mk mengikuti khdpnnya penting

Konstruksi agensi Genealogi gerakan Proses konseptualisasi justru terbnetuk stlhnya Imbangi dg faktor2 non struktural Data2 lain yg muncul bisa jd bencana/berkah Tetap berpegang pd tema, tujuan,pertanyaan riset, agar tdk keluar jalur Ngomongin kekerasan 65 saat wawancara ttg pabrik era kolonial
Sptnya tdk berhbgn, tp knapa narasi itu muncul terus tiap wawancara Ternyata relasi thd perubahan sistem Malah jd pembahasan tersendiri dlm 1 bab Bgm memori2 tsb terbentuk krn terkait relasi kuasa Ternyata tdk keluar jalur, tp menerangkan bgm memori bekerja



Apakah penelitian lapangan harus menyiapkan beberapa proposal alternatif? bagaimana karakteristik pembimbing2 dr Eropa?

Apakah boleh diperlihatkan contoh catatan2 lapangan yg dibuat oleh para narasumber? supaya kita dapat mencobtoh bagaimana membuat catatan lapangan yg baik berdasar cara kerja etnografer

Rata2 proposal PhD berubah Ada pergeseran2 Awaliset perbandingan pekalongan&banten Ternyata berubah,dr dinamika politik lokal mjd representasi Bentuk proposal studi etnografi tdk pernah permanen,trus menerus dinamis,justru dianjurkan Tdk ada pertanyaan sama dr awal sampai defence

Jd kalau ada yg tanya dan mau lihat proposal, butuh menyesuaikan dg yg minta agar lebih akomodatif Isu sensitif, subyektif, etika, konsen Soal konsen tdk bisa tertulis Apalagi jika terkait petani, buruh Konsen dg lisan Nyatatnya tdk di depan responden Semua riset pasti subyektif

Bgm memastikan riset tdk bias Susah juga jk berhdp dg korban dg mrk yg membantu melakukan opresi Kt gak bisa lepas dr emosi manusiawi,tp tetap punya panduan Kdg butuh bolak balik bertemu, jeda, krn nahan emosi Problem penggunaan nama informan Dlm bbrp studi digunakan apa adanya

Kdg menyembunyikan nama Tapi repot juga kalau menyangkut tokoh yg jelas2 ada di 1 tempat Jk menyangkut 2 kelompok berseteru,juga sembunyikan nama Persoalan bgm menerjemahkan Terlibat secara emosional, shg narasi konsep yg kita bangun spt cermin, apa yg kita lihat yg kita serap

Memberi jarak yg cukup jd penting juga, Manage jeda, kembali lagi Diskusikan dg pembimbing Lihat variasi2 gerakan lain yg bermacam2 Gigi, Pekerja, Dunia Kerja, Buruh

Studi2 gerakan buruh di indonesia Mjd radikal krn industrialisasi, eksploitasi Yg kebaruan adl soal ketokohan Agensi punya kontribusi thd gerakan

Strategi Buat catatan samping Tdk mencampurkan antara data dg persepsi sendiri Ada buku notes berantakan, campur2, pikiran2 sendiri,coretan2 responden Ada catatan yg lbh rapi di komputer, jurnal, cerita apa yg ditangkap 5 indera Tulis smua bahkan hal2 yg tdk berhbgn dg riset

Byk pengalaman dg hal2 yg tdk diceritakan, tersembunyi, bisu, tdk bunyi Etnografi of silence Melihat kebsuan tdk sebagai sesutau yg tdk ada Misal soal tempat yg selalu muncul dlm wawancara Monumen trisula dibgn utk memperingati kolabirasi sukses tentara dan petani menumpas pki

Narasi responden tdk sama dg apa yg monumen itu ingin narasikn Gedung pertemuan trisula dibgn koramil Utk acara umum,komunitas Tp ternyata dibgn dg kontribusi org2 wajib lapor(dianggap terlibat pki) Cerita2 muncul justru stlh ngomongin gedung tsb Menelusuri kebisuan dg cara2 tsb

Melakukan riset sambil melakukan advokasi, activism Dekat dg teman2 di dunia itu, iya Memengaruhi thd aspek2 normatif, apa yg dianggap baik dan tdk Menyerap gagasan2 bhw buruh py hak2 tertentu Fgsnya sebatas peran aktifis dg akademisi Pilihan masing2

Ongkosnya? Ada teman yg memberi porsi akademisi dan aktifism Cost: waktu. Bgm mengatur perhatian antara keduanya Artikel advokasi cepat Artikel akademis butuh kontemplasi
Memikirkan strategi2 Merefleksikannya sbg tinjauan kritis Bolak balik antara teoris dan praktis

Bukan cost tapi berkah Krn makin dekat dg empirik, justru dpt tambahan2 kekayaan2 wawasan dst Ktk memilih pendekatan etnografi, butuh kerendahan hati, mendengar subyek, shg data melimpah terbuka Siap belajar di lpgn Ada perubahan2,shg data yg tadinya tdk bermanfaat jd bermanfaat

Jgn takut keluar dari pakem2 dan kerangka2 yg kita pelajari kalau pakai teori knowledge, smua teori ada berdasarkan konteks

Sabtu, 25 Juli 2020

Film The Kissing Both

Juli 25, 2020 0
Film The Kissing Both
Film The Kissing Both


Gambar

Sudah ada yang nonton Film The Kissing Both?


Gambar

Bingung kan kalau harus berada di antara cinta dua pria yang sama-sama ganteng dan sama-sama baiknya. Mamam tuh! He he he he

Gambar


The way John Ambrose and Marco deserved better but got rejected breaks our heart. Agree or not, these were the better guys than the main ones.

Gambar

ini dia beberapa quote terbaik dari film ini.
kita pas liat marco ngomong ini langsung senyum meringis


Gambar














The fact that he didn't force Elle to love him back and let her choose what she want making me more sadder he really deserves better Marco :((((



Gambar

Marco reallyyy teach us something here.
This kind of love is the best definition of love. It's not all about compromise and trust its all about the love itself the space in our heart for forgiveness and letting go someone we really love.

Gambar


Elle ended up with Noah. At first we thought she was gonna end up with Marco knowing how sweet and caring he is towards Elle but at the same time Elle is in love with Noah so you can't do anything about that.


Ada yang komen gini:
Sepanjang nonton trus seperti main kapal kapal an, sama noah sama marco noah marco noah marco. Oleng sana oleng sini. Trus kesel banget sama chloe, ya walopun dia nggak jahat sih. TAPI EKSPRESINYA SUKA KEK MO NGAJAK RIBUT GITU KALO LIAT ELLE. KEK MANA NGGAK MAO CURIGA


Ini komen netizen lainnya
i know hes fine tp mnrt gw Elle lebih pas sama Noah... si Marco trllu menye2 kt gw si. Tipe yg suka gombal.. gk cocok sm style nya Elle



Gak kebayang jadi si Elle, harus milih antara Marco atau Noah. Duh
marco baik banget terus tatapannya jujur dan tulus banget. Nangis.

KALAU KAMU, PILIH YANG MANA?


Noah or Marco from #KissingBooth2
Gambar

Imagine? He got rejected but still knows her worth?

Gambar
Gambar

Kelas International Geneology Islamic Feminism (2)

Juli 25, 2020 0
Kelas International Geneology Islamic Feminism (2)
Kelas International Geneology Islamic Feminism (2)
Dryfish Penjual, Wanita, Pemberdayaan

Kelas International Geneology Islamic Feminism ini diselenggarakan oleh Reducate bareng bu Etin Anwar, Ph.D. Beliau seorang ilmuwan diaspora Indonesia yang menjadi dosen di Amerika Serikat. Saat ini dia menjabat sebagai Ketua Jurusan Studi Agama dan sekaligus seorang Professor Associate di Hobart and William Smith Colleges, New York.


Baca kelas sebelumnya juga:


Kelas International Geneology Islamic Feminism (1)

3 tipe muslim learners Gambar


Refleksi

Gambar

Proliferation era


Gambar


Response to gender and feminism
Gambar

Intersecting factors

Gambar

Western, asian, indonesian convergence on feminist equality

Gambar
Feminist and islamic feminist approaches: a comparison

Gambar


From islamic feminist theology to islamic feminism

Gambar
A brief overview of feminist islamic theology
Gambar
Islamic feminist equality




ConclusionGambar

Peserta Kelas ada yang bertanya bagaimana pandangan terhadap praktik poligami hadrotus syeikh hasyim asy'ari? sang pencetus Nahdlatul Ulama

Poligami seringkali pertimbangannya sosial dan biologi Bukan pertimbangan teks Pre teks, stlh poligami ditanya, baru bunyi alias mengemukakan alasannya. Rasulullah juga menyarankan poligami atas dasar pertimbangan sosial Yatim itu dlm tribalism. Rasul merasakan bgm mjd yatim Konteksnya sosial, bukan teologis


Saat nabi Muhammad duda, bibinya yg ngurusin. Bibinya bilang, nikahlah biar ada yg urus. Kalau ke aisyah, sdh dijodohkan. Tapi ada juga a,b,c Nabi menyerahkan urusan tsb pd bibinya Nikah itu konteksnya sosial. Ada kontraknya. Ijab kabul. Yg asalnya org lain, jd milik kita.
Yg asalnya gak boleh sentuh, jd boleh sentuh

Begitu cerai, itu jd orang lain. Poligami itu kontrak sosial Pernikahan juga kontrak sosial Bisa berubah Masalahnya kita suka membuatnya mjd sakral, shg perempuan diikat keras2 dg pernikahan


Istri ijin ke suami konteksnya keterbukaan informasi. Bukan hanya buka baju. Mendiskursuskan, menarasikan. Beda feminisme di: Barat, kritisi struktur Iran, kritisi struktur Indonesia,kritisi praktek budaya. Masih dalam proses Emergence,development,systemation islamic feminism

Siapa yg berkuasa di ruang publik Ada 5rb perguruan tinggi. Rektor perempuan hanya 8 orang Kenapa? Kita belum meng-address hirarki Malah kitanya sendiri masih ingin dipakai rektor, utk meng-opress org lain Malah senang orla disingkirkan Suka judgement dst

Mendobrak penafsiran msh diskursus Angle perlu, agar bisa simpati pd buruh dll Masih ada keterpisahan kelas, tp tdk merasakannya. Belum sistematis dlm mengentaskan kemiskinan perempuan Tdk menjadi faktor dlm perbincangan

Diskusi di breakout room
Challenge for islamic feminism
Gambar

Perempuan dianggap sbg secondary being

Ketdkadilan menimbulkan gerakan2 feminism yg diinspirasi dr barat. Shg byk yg tdk terima, krn khawatir tdk islami Knapa muslimah tdk mèlihat dg approach islami Pembelajaran panjang bagi smua utk paham islamic feminism Agar bisa diterima masyarakat

Feminis berusaha menyuarakan orang tertindas karena sistem Misal: agar org bisa melihat karyanya sbg muslimah Islamic feminis melekatkan kehadirannya sbg entitas lengkap Merasakan kehadiran Tuhannya secara utuh Kalau ada kontra, di kristen juga ada, sama
Teks2 sbnrnya bisa dipahami scr adil gender Perempuan bs jd produsen pengetahuan dg riset pakai islamic feminism approach Islamic feminism jd jwbn byk org selama ini. Memudahkan utk diterimanya feminism lewat approach ini, drpd jk menggunakan feminisme saja.
Kenapa seringkali proses mencari kebenaran malah mjd proses mencari pembenaran Kadang yg muslim malah tdk sesuai dg islam Tujuan akhir islamic feminism utk transforming masyarakat Membantu meneliti penerapan produk hukum, apa bs diaplikasikan adil juga utk perempuan
Kalau ditolak, apakah krn label feminismenya atau krn islamnya Label islam sering dijual utk kepentingan politik Apa tdk malah jd ganjalan, jk pakai label islam utk feminism Bs utk metoda riset, dan program2 kegiatan masyarakat Bias kata feminism? Yang penting, assesment masyarakat

Shg bisa menyesuaikan dg kebutuhan masy Tuj riset utk apa Kurasi? Resistensi? Value feminism besar Buat program tanpa kata feminism, tapi isinya membantu perempuan. Biar tdk ditolak. Jgnkan program, orgnya juga bisa ditolak kalau tdk ada trust


Byk pionir islamic feminism dr nahdliyin, tp masih minoritas, butuh perjuangan utk me-mainstream-kan ke mayoritas akar rumput yg masih suka pakai paradigma lama,spt konco wingking dst Kyai2 pesantren justru berani pakai wali mujbir utk bisa poligami Aisiyah sdh aplikasi juga,tp kdg masih membatasi pd hal2 tertentu, musti balik ke yg dianggap 'islami'

Generasi milenial bhkn belum paham islamic feminism.


Diskusi breakout room
Gambar


Reborn feminism justru melegitimasikan patriarki baru Jd perlu epistemologi islam. Bisa lewat struktural,formal Tulisan, diskusi, bhs sama adl senjata
Dg sudut pandang post kolonial, pdhl korban bisa bicara dr perspektif dirinya sendiri. Tapi knapa tdk berani Spirit sama, inklusif humanity, bgm mjd social transformation butuh berbagai pendekatan yg komprehensif. Interdisiplin Islamic feminism bs jd metodologi riset

Dr epistomologi, ontologi, aksioma, masih butuh perjuangan panjang Yuk lakukan pemberdayaan utk diri sendiri dan masyarakat

Kamis, 23 Juli 2020

Sharing di 2 Komunitas Literasi

Juli 23, 2020 0
Sharing di 2 Komunitas Literasi


Sharing di 2 Komunitas Literasi


Alhamdulillah pekan ini dibuka dengan dua kali sharing di dua grup komunitas literasi yang berbeda. Senin sore di DeresLiterasi, Rabu malam di grup Ibu Ibu Doyan Nulis.

Berikut beberapa cuplikannya ya.

Cekidot....

TENTANG KEPENULISAN

Salam kenal teman2 semua. Apa kabar. Semoga semua sehat

Semuanya sdh punya buku ya. Yang belum punya, yuk terus semangat membaca dan menulis.
Dari sekarang mulai merancang, mau nulis buku solo apa. Sdh punya bayangan belum?

Aku ingat kata2 dari salah seorang guru menulisku. Bahwa setiap pemain baru, punya keberuntungannya. Have their luck key.

Buku Nggak harus banyak juga sbnrnya. Sedikit tapi joss banget, masterpiece, malah sangar
Semakin lama nulis, yg terasa biasanya kita merasa tambah bodoh aja, merasa makin butuh banyak belajar lagi. Tapi mmg justru di situlah asyiknya menulis. Belajar dan belajar terus

sdh tahu harus mau ke mana. Asal tahu tujuannya, insya Allah kita akan sampai. bisa lewat mana saja. Krn itulah outline penting sebagai panduan, agar memudahkan kita melalui relnya

first draft is shit. Draft pertama biasanya jelek. Karena itu perlu revisi, perbaikan, improvement atau kalau perlu rewriting, tulis ulang. Kalau nulis yg dramatis jadi takut, mungkin perlu beri jarak antara dirimu sebagai pencerita dg tokoh dlm ceritanya. Ini main mental sih. Tapi dengan jaga jarak, rasa takut/khawatirmu akan berkurang, kamu sbg penulis mmg bertugas memcatat saja kan

Siapkan juga premis 1-2 kalimat, yg bisa digunakan utk pitching. Siapa tahu ketemu editor/penerbit/PH di lift, dan hanya punya waktu 3 menit, dg premis/logline itu bisa membuat mereka tertarik menerbitkan karyamu

Contohnya: Novel mengejar mukti itu tentang si Mukti yg mencari silsilah keluarga besarnya begitu mendengar cerita kalau dia masih keturunan sunan demi punya gengsi di depan cewek yg ditaksirnya tapi lagi ditaksir cowok berdarah biru. Setelah perjalanannya ke berbagai kota dengan susah payah, ternyata silsilahnya zonk tapi dia dapat pengalaman dan pembelajaran bahwa mukti/kemuliaan itu bukan karena silsilah/keturunan tapi sebab kontribusi/sumbangan pada umat/lingkungan

Menulis perjalanan hidup pribadi atau memoir, bisa dimulai dg bagian mana yg paling berkesan/menarik dr hidupmu Tulis berdasarkan tema itu. Pengembangannya bisa berdasarkan urutan waktu atau dibuat macam novel, dibuat drama 3 babak 


Bisa ikut kelas online menulis memoir nih

https://www.hybridwriterpreneur.com/2020/07/kelas-online-menulis-memoir.html


Bisa baca juga tips2 menulis memoir yg kubagikan dalam 11 postingan tulisan https://www.hasfa.co.id/2020/06/tips-menulis-memoir-11.html


Perbanyak membaca, perbanyak referensi, agar tulisan kita kaya, dalam, luas dan bertenaga.

Niatkan menulis sbg ladang amal jariyah juga agar pahalanya terus mengalir meski kita telah tiada

Menulis juga bisa menjadi jalan tasawuf, membersihkan diri,membeningkan jiwa, karena lewat menulis sesungguhnya kita bercermin, merefleksi diri dan kehidupan

Ada penulis yg bisanya menulis fiksi saja, non fiksi saja, artikel saja. Ada yg juga bisa semuanya.
Tergantung pilihan, prioritas juga kemampuan
Tapi semua layak dijajal. Semakin jauh kita mengeksplorasi diri, makin banyak pelajaran kita dapat. Jadi tahu kekuatan dan kelemahan kita juga

Apa bisa menulis bakat? Kalau gak bakat gak bisa?

Bakat juga perlu diasah terus menerus.
Yg tadinya belum ada bakat, bisa belajar, banyak baca,banyak berlatih terus menerus


Cara menjaring ide: 

peka 
selalu pasang radar penulis 
Latih 5 indera juga indra keenam utk menyerap dg cepat apa2 yg menarik
Selalu bawa note kecil dan bolpen utk menangkap dan menuliskan ide yg lewat

Membuat konflik greget 
Kontraskan antara harapan dan kenyataan, impian keinginan dan realita 
Perketat pilihan yg ada 
Persempit waktunya

**
TENTANG PENERBITAN INDIE


Penerbit Indie adalah penerbit berskala kecil yang memiliki modal kecil. Segala biaya yang dibutuhkan untuk menerbitkan buku ditanggung oleh penulis. Namun, ada juga penerbit indie yang menanggung biaya penerbitan. Biasanya buku yang dicetak tidak banyak dan penjualan buku dilakukan secara online.


Apakah mudah menjalankan penerbitan indie? Apa suka dan dukanya?
Mbak Dian Nafi akan berbagi cerita tentang suka dukanya dalam mengelola penerbitan.

Lalu host membagikan profil Dian Nafi:

Dian Nafi. Creative and Digital Enthusiast. Lulusan Arsitektur Undip yang suka jalan-jalan, menulis fiksi dan non fiksi seputar kepesantrenan, kemuslimahan, kewirausahaan, motivasi dan pengembangan diri.

Tulisan dimuat di beberapa media, 37 buku dan 94 antologi/omnibook diterbitkan oleh 17 penerbit Indonesia. Di antaranya: Jendela-Zikrul Hakim, Quanta-Elexmedia, Bentang, Gramedia Pustaka Utama, Leutika, Hasfa, Imania-Mizan, Familia, Qudsi, Bypass, Javalitera, Plotpoint, Grasindo, Diandra, Divapress, Erlangga, Prenada, Nuansa, Visi Media, Indiva, dll.

Founder Hasfa, pegiat banyak komunitas, Litbang Fatayat NU Demak, Sekretaris KBIH Muslimat NU, Litbang CodingMum Bekraf, Kabid Organisasi GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Demak, Ketua Divisi Sastra DKD (Dewan Kesenian Daerah) Demak, Coach Gramedia Academy, Trainer Woman Will by Google, Trainer Gapura Digital by Google.

Profilnya dimuat di Harian Analisa Medan (2011) Buku Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Jawa Pos-Radar Semarang (2013) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014) Tribun Jateng (2015) Nakita (2016) TVKU (2018) kabareSemarang (2019)

Pemenang Favorit LMCR ROHTO 2011 dan 2013. Penulis Terpilih WS Kepenulisan PBA dan KPK 2011,

Menang Lomba Menulis bersama A Fuadi, dan antologi tersebut terpilih sebagai nominasi kategori Buku dan Desain Sampul Non Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2012,

Penulis Terpilih WS Cerpen Kompas 2012, Award PSA Grasindo 2013 dan 2014, Award BulanNarasi PlotPoint 2015, Novel Gus masuk short list kategori Desain Sampul Fiksi Favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2016,

Penerima Apresiasi Literasi dari Bupati 2017, Finalis Lomba Penyusunan Bahan Bacaan Pengayaan Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Sekolah Dasar Balai Bahasa Jawa Tengah 2018,

Finalis Fellowship IBT Tempo 2018, Selected Paper Presented on International Conference at Radboud University, Nijmegen, Netherland 2019.
085701591957
081328767574
diannafihasfa@gmail.com

www.dian-nafi.com
www.hybridwriterpreneur.com
www.writravelicious.com
www.hasfa.co.id
www.demagz.web.id

IG dan youtube: diannafi
Twitter: ummihasfa
Linkedin: nafidian

https://www.researchgate.net/profile/Dian_Nafi2
http://scholar.google.com/citations?user=ce5u5mAAAAAJ&hl=id
https://orcid.org/0000-0002-2714-9775
http://sinta2.ristekdikti.go.id/authors/detail?id=6699291&view=overview


Terima kasih mbak Fitri, mbak Fu dkk teman-teman IIDN. Smoga semua sehat dan diberkahi

Mungkin kita bisa mulai dengan Sekilas cerita sedikit tentang hasfa publishing kali ya.
Hasfa publishing lahir 25 oktober 2010. Jadi saat itu saya sedang sangat ingin ikut seleksi ubud writer reader festival uwrf, terus karena syaratnya harus mengirim buku terbitan cetakan sementara deadline sudah mepet dan gak mungkin keburu kalau harus kirim naskah dulu ke penerbit mayor, akhirnya kita terbitkan mayasmara sendiri. So lahirlah hasfa publisher. Demikian


Setelah novel Mayasmara, kemudian hasfa publishing menerbitkan novel Segitiga,  Lelaki : Kutunggu Lelakumu , Kencantren Pondok Comblang. Juga buku antologi puisi TigaBiruSegi

Setelah itu, banyak teman-teman yang minta tolong diterbitkan bukunya. Alhamdulillah hasfa publishing sudah menerbitkan sekitar 200 an buku teman-teman

200 an judul ya. Dengan jumlah cetakan beragam, beda beda. dan ini alhamdulillah masih nambah terus


Nah karena judulnya suka duka. Sekarang kita cerita sukanya dulu, atau dukanya dulu nih?


Dukanya banyaaak.
Antara lain. Buku buku yang kita terbitkan kalau mau masuk toko buku besar kan ada minimal cetakannya ya. Waktu itu pernah minimal 1000 eksemplar. Nah kita cetak sebanyak itu

Padahal lama tayang di rak buku toko samgat sempit karena bnayak judul lain sudah antri. Jadi selanjutnya buku nggak dipajang lagi. Lalu jika dalam masa periode tertentu masih ada stock, tentu saja dikembalikan alias retur. Nah returan buku yang berkardus kardus ini PR banget. Jadi musti menyiasati dengan jual di pameran, marketplace dan juga event event talkshow, workshop


Duka berikutnya:
Distributor yang kerjasama dengan kita kadang ada yang kurang amanah juga, alias laporannya kurang rapi sehingga transferan juga telat. Kita musti rajin ngoyak ngoyak buat dapat laporan penjualan dan transferannya

Harus pinter pinter cari rekanan yang bisa kerjasama dengan baik dan amanah.

Kalau ada cerita antara duka dan suka itu masuknya dalam duka atau suka ya?
Masuknya cerita lucu kali yaa

Jadi yang serunya antara lain aku memakai duit fee desain arsitektur (karena aku arsitek juga) dan royalti juga down payment dari hasil aku nulis buku-buku di penerbit mayor, untuk membiayai cetakan buku buku indie ini

Duit hasil penjualan buku buku indie diputar lagi buat mencetak buku buku terbitan berikutnya

Aku lupa duka lainnya, sekarang kita ngomongin sukanya ya

Alhamdulillah karena membantu menerbitkan banyak buku teman-teman, aku jadi nambah teman dari sabang sampai merauke, bahkan teman teman kita yang tinggal dan tugas di beberapa negara lain.

Ketika sedang ada acara keluar kota, keluar pulau, keluar negeri, aku bertemu teman teman ini dan mereka menemani jalanjalan keliling kota mereka. Kebayang kan senangnya

Nah, ketika aku akhirnya dapat golden ticket dari uwrf dan pergi ke ubud, akhirnya aku juga ketemu beberapa teman yang pernah menulis di hasfa publishing, dan kebetulan mereka menjadi emerging writers dan panelis di uwrf. Oh subhanallah alhamdulillah itu rasanya menyenangkan sekali. Senang dan bangga. Berasa kayak ketemu anak anak sendiri yang menghebat

Rasa senang dan bangga lainnya adalah ketika teman teman yang menerbitkan indie ini dan punya pasarnya sendiri yang sangat besar, mereka bisa menjual buku 300 eksemplar dalam sebulan, lewat PO pre order. Tentu saja hasilnya lumayan, secara finansial, dan secara ideologis dan sosiologis, juga impactful karena idenya dibaca banyak orang. Dan jika ini hal baik yang diamalkan, tentu menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski penulisnya sudah tiada.

Penerbit bantu upload di web, marketplace, sosmed. Penulis musti aktif promosi sendiri agar laris bukunya

Seru yang lain adalah saat menyiapkan buku teman teman ini. Karena ada proses tektokan menyiapkan cover, editing, layout, dll. Alhamdulillah ada beberapa teman yang bantu untuk melakukan pekerjaan pre cetak ini. Jadi punya beberapa outsource, resource sangat membantu, apalagi jika pas loadnya banyak banget, ada beberapa buku yang harus digarap dalam waktu hampir bersamaan

Yang juga menyenangkan adalah karena kita tahu harga produksi bukunya terjangkau, dan kita punya banyak stock, kita jadi bisa membagi-bagikan buku2 ini kepada yang kita mau. Misal dibagikan untuk taman baca, perpustakaan, pesantren, rumah yatim piatu, sekolah sekolah dll. Bisa juga untuk kado pengantin dll

Senin, 20 Juli 2020

Maestro Legenda Puisi Pergi

Juli 20, 2020 0
Maestro Legenda Puisi Pergi
Maestro Legenda Puisi Pergi


dian nafi dan sapardi djoko damono


Kadang yang bisa melipur lara hati kita justru tembang-tembang sedih dan puisi-puisi sublim.
Hidup sedemikian paradoks, sampai ku tak mengerti lagi dan kadang lelah untuk menerjemahkannya.

Hari ini ketika sang penggubah puisi sublim yang biasanya melipur laraku akhirnya pergi di saat-saat hati sedang lara-laranya, aku berharap secuil puisi lahir dari lubuk jiwaku. Tapi belum kutemukan jua.

Mungkin puisi tak bisa dipaksa, seperti kematian yang tak bisa ditunda.

Sugeng kondhur prof. Terima kasih atas puisi puisi sublim yang indah. Aku mendengarkannya kembali hari ini. Lagi dan lagi. Sambil menggumam lirih. Nggrantes. Ya Allah, atiku atiku. Ya Allah, atiku.




dian nafi, clarissa goenawan, sapardi djoko damono

**

Telah meninggal dunia dengan tenang, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono di EKA Hospital BSD, Tangerang Selatan pada hari ini 19 Juli 2020, pukul 09.17 WIB.

Jenazah akan disemayamkan di Kompleks Dosen UI no. 113, Jl. Ir . H. Djuanda, Ciputat, Tangsel.

Sesuai rencana keluarga, jenazah akan dimakamkan sore hari ini Bakda Ashar di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor

Dengan segala hormat pelayat tidak diperkenankan mengantar/hadir di pemakaman, sesuai protokol kesehatan dari pemerintah serta persyaratan dari pihak pemakaman.


**

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada



**

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

**

Hatiku selembar daun melayang jatuh ke rumput; nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini; masih ada yang ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput; sesaat adalah abadi sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi.

**

Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai
mendoakan keselamatanmu
Sapardi Djoko Damono


**

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu. Kita abadi.




dian nafi dan sapardi djoko damono

**
aku akan menyayangimu
seperti kabut
yang raib di cahaya matahari
:
aku akan menjelma awan
hati-hati mendaki bukit
agar bisa menghujanimu
:
pada suatu hari baik nanti.
- Sapardi Djoko Damono


**

"Pada suatu hari nanti,
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti,
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini,
kau akan tetap kusiasati,
pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.”
~Sapardi Djoko Darmono


**

Dukamu Abadi
Dukamu adalah dukaku
Airmatamu adalah airmataku
Kesedihan abadimu
Membuat bahagiamu sirna
Hingga ke akhir tirai hidupmu
Dukamu tetap abadi.


**
Mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
Mencintaimu harus menjelma aku
-SDD-


**

Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari 
– Sapardi Djoko Damono
waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi 

matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan