Esther Duflo Peraih Nobel Yang Cerita SD INPRES

Esther Duflo Peraih Nobel Yang Cerita SD INPRES

Esther Duflo adalah seorang ekonom terkemuka yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Ekonomi pada tahun 2019 bersama dengan Abhijit Banerjee dan Michael Kremer. Salah satu penelitian penting yang dilakukan oleh Esther Duflo dan rekan-rekannya adalah tentang dampak jangka menengah ekspansi pendidikan, dengan studi kasus program pembangunan sekolah di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak dari upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui program pembangunan sekolah yang luas. Studi ini didasarkan pada data survei lapangan yang terkumpul dari daerah-daerah di Indonesia yang terlibat dalam program pembangunan sekolah.

Beberapa temuan penting dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan akses pendidikan: Program pembangunan sekolah di Indonesia berhasil meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah yang terpencil atau miskin. Dengan adanya sekolah yang lebih dekat dan tersedia, anak-anak memiliki peluang yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan formal.

  2. Peningkatan partisipasi siswa: Program ini juga mendorong peningkatan partisipasi siswa di sekolah. Dengan adanya sekolah yang lebih dekat, jumlah siswa yang mendaftar dan hadir di sekolah meningkat secara signifikan.

  3. Pengaruh terhadap kualitas pendidikan: Studi ini juga menganalisis dampak program pembangunan sekolah terhadap kualitas pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa program ini memiliki pengaruh yang positif terhadap kualitas pendidikan, seperti tingkat literasi dan prestasi akademik siswa.

  4. Efek jangka menengah: Studi ini memperhatikan efek jangka menengah program pembangunan sekolah di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat dari program ini cenderung bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama, dengan dampak yang positif terhadap pendidikan dan perkembangan anak-anak.

Penelitian Esther Duflo tentang dampak jangka menengah ekspansi pendidikan dengan studi kasus program pembangunan sekolah di Indonesia memberikan wawasan penting tentang efektivitas kebijakan pendidikan dan memberikan dasar bagi perbaikan dan pengembangan program-program serupa di masa depan.

The paper discusses the works of Esther Duflo, who is the first holder of the "Knowledge Against Poverty" chair at the College de France. She describes her research and scientific approach to addressing political-economic debates on poverty reduction programs implemented by states and donors. The paper is divided into two parts: "Human Development" and "Autonomy Policy," each addressing education, health, microfinance, governance, and corruption.

The paper presents a rigorous method of observation and experimentation to identify the factors that contribute to poverty and proposes practical solutions to address them. The author suggests that improving the quality of education is essential to reducing poverty, but simply increasing the number of teachers or textbooks is not enough. The paper concludes that a more comprehensive approach is needed to address poverty, including improving the quality of education, healthcare, and governance, and empowering local communities.

The paper "Poor Economics: a radical rethinking of the way to fight global poverty" by Abhijit Banerjee and Esther Duflo draws conclusions from their wide-ranging review of the lives of the poor. They propose five conclusions, which are:

  1. The poor often lack critical pieces of information and believe things that are not true.
  2. The poor bears responsibility for too many aspects of their lives.
  3. There are good reasons that some markets are missing for the poor, or that the poor face unfavourable prices in them.
  4. Non-developed countries are not doomed to failure because they are poor or because they have had an unfortunate history.
  5. Expectations about what people are able or unable to do often turn into self-fulfilling prophecies.

The authors also argue that progress can be made by leaving aside the big debate about 'INSTITUTIONS' and focusing instead on marginal improvements to 'institutions'. Examples include publishing information about school budgets, using 'mystery shoppers' to monitor the efficiency of police stations, improving the design of ballot papers, and introducing quotas for female leadership of local government councils.

The paper "Poor Economics" by Abhijit Banerjee and Esther Duflo reviews various experiments conducted to fight poverty. The authors argue that traditional economic theories do not always apply to the poor, and that interventions need to be tailored to the specific context. The paper presents several case studies and experiments that have been successful in reducing poverty, such as providing access to credit, improving healthcare, and incentivizing education. The authors also highlight the importance of rigorous evaluation and experimentation in determining the effectiveness of poverty reduction programs. Overall, the paper provides insights into the complex nature of poverty and the need for evidence-based interventions.