Suicide Prevention Month - Hasfa

Minggu, 05 September 2021

Suicide Prevention Month

 Suicide Prevention Month

Matahari Terbit, Kapal, Perahu Dayung


Bulan September ini ternyata Suicide Prevention Month. Alias bulan pencegahan bunuh diri.

Owalaaaah... pantesaaaan selama ini September-septemberku diwarnai patah hati dan putus cinta. 

mungkin karena September pas bersamaan dengan musim gugur ya.


Termasuk kemarin ini ndilalah ada beberapa hal yang cukup mengguncang sedikit hati dan kejiwaanku. Eaaa.

Buat catatan refleksi aja deh. Diambil hikmahnya. Kadang-kadang kita sambat, curhat agar menjadi lega. 

Berawal dari insiden tidak bisa tukar tambah sepeda. Kayaknya pasalnya tuh ini:

Kalau yg jual kemahalan, pas mau ditukar tambah barang lain jd repot sendiri. Karena kalau nambahnya cuma selisih harga, jatuhnya dia gak jd untung banyak. So dia gak terima tukar tambah. Repot deh.

Kalau uangnya byk, mungkin mau beli sesuatu gak pakai mikir ratusan kali.


Terus tambah jengkel pas diberondong pertanyaan dan kecurigaan tak berdasar.

Kok suwi ngopo wae mau. Hmmm gak tahu kan kayak gini lhorasanya miskin. Mau beli sesuatu aja mikire dhowooòoo, akhire rak sido tuku.


Aku sdh pernah nebak,ntar kan sepedaku yg diaku sbg punya xx & sepeda xx yg dibilang sbg punyaku. Tenan,barusan kejadian Trus xx bilang,"aku yo ora nganggo owg." Ya tp mslhnya per-properti-an itu xx kan saklek bgt. Jangan semua yg jelek itu dianggap punyaku

Aku ki wis ngalah terus, ojo malah dadikne kalahan waeeee. Piyeee karepeeeee

Yen wis ngalah terus, tp dianggap kurang terus. Lha terus arep piye.

Lalu doa-doa mengalir.

Ndang menthaso anak2ku. Ndang dadio wong sing mukti, mulyo, kanugrahan, berkelimpahan, sholih mabruk. Aku meh leren, kesel


Wis ah. Isin karo faiz (anak baru yang lagi hype banget karena gerakannya merespon pandemi covid-19). Dia aja yg masih muda kontribusinya byk buat warga dan umat, aku malah mung sambat thok.

Lalu hari itu diakhiri dengan kesadaran bahwa semua orang toh mengalami ujiannya masing-masing.

Satu lagi teman jadi janda mati. Takziyah, pelukan, dan badan geter waktu pamit sambil bilang, telpon aja atau wa klo ada apa2. Sbg janda veteran, bgmn pun tetap aja merasa terpanggil. Kebayang ujian2 lanjutan yg akan mrk hadapi. Smoga kuat, sabar, tabah, firm, dpt pertolonganNya.


Jadi...

yang sabar dan tabah ya teman-teman. semua akan berlalu. semua akan baik-baik saja. Insya Allah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar