Hasfa

Menerbitkan dan Menumbuhkan Kebaruan

Menjadi Juri Lomba Menulis Resensi Buku



Aku sempat menunda membuka file resensi itu. Entah kenapa. Mungkin karena kupikir isinya akan sama saja—ringkasan, komentar, lalu selesai. Jadi kubuka sambil lalu, sambil minum teh yang sudah keburu dingin.

Tulisan pertama lewat begitu saja. Aku baca, paham, tapi tidak ada yang tertinggal. Seperti habis lihat sesuatu di jalan, lalu lupa lima menit kemudian.

Yang kedua, masih mirip. Sampai yang ketiga, aku berhenti. Bukan karena bagus sekali. Tapi karena ada satu bagian yang terasa… canggung. Penulisnya seperti ragu-ragu, tapi tetap ditulis. Dia bilang bukunya menarik, tapi juga membingungkan. Dia tidak yakin suka atau tidak.

Aku malah tersenyum di situ. Jarang ada yang berani menulis seperti itu di lomba.

Biasanya orang ingin terdengar yakin. Seolah-olah harus punya pendapat yang tegas, rapi, tidak goyah. Padahal membaca buku kan tidak selalu begitu.

Aku lanjut membaca tulisan-tulisan lain.

Ada yang sangat lengkap, bahkan terlalu lengkap sampai terasa seperti laporan. Ada yang bahasanya bagus sekali, tapi entah kenapa terasa jauh. Seperti sedang membaca sesuatu yang tidak benar-benar dialami.

Aku mulai capek di tengah.

Bukan karena jumlahnya, tapi karena harus terus memutuskan. Mana yang lebih baik, mana yang lebih layak. Padahal seringkali bedanya tipis sekali, dan alasannya tidak selalu bisa dijelaskan.

Aku sempat berhenti lama di satu resensi.

Bukan yang paling rapi. Tapi yang membuatku ingat bagaimana rasanya selesai membaca buku dan belum langsung tahu harus bilang apa.

Rasanya itu familiar.

Akhirnya aku isi nilai di form. Klik satu per satu. Tidak lama. Tapi sebelum menekan kirim, aku sempat melihat lagi daftar yang sudah kuberi angka.

Aneh juga. Tulisan-tulisan yang nilainya tidak terlalu tinggi justru ada yang masih kuingat. Sementara yang “sempurna”, beberapa sudah mulai kabur.

Mungkin karena yang sempurna tidak selalu tinggal. Sementara yang jujur, meskipun berantakan, kadang justru menetap lebih lama.

**

Baca novel-novel dian nafi di sini >> 

https://play.google.com/store/books/series?id=6bWJHAAAABBhqM

 ADHD, Gelisah, dan Malam yang Penuh Makna


Mira menatap lampu kamar yang temaram. Malam sudah larut, tetapi pikirannya tidak tenang. Ia ingin sholat malam, ingin membaca Qur’an, ingin dzikir, tapi pikiran terus melompat-lompat. Suara notifikasi, tugas yang belum selesai, dan kekhawatiran tentang besok membuatnya tidak bisa fokus.

Rasa bersalah mulai datang perlahan. “Kenapa aku tidak bisa khusyuk seperti teman-temanku? Kenapa selalu bolong? Apakah ibadahku sia-sia?” pikirnya. Gelisah itu hampir membuatnya menyerah.

Namun Mira menarik napas panjang, mengingat sesuatu yang ia baca di buku “ADHD, Spiritualitas, dan Lailatul Qadar”. Ia mencoba langkah kecil: tilawah satu ayat, dzikir beberapa menit, doa singkat dengan niat tulus. Ia tidak menuntut kesempurnaan, hanya hadir sepenuhnya pada setiap momen.

Yang menakjubkan, setiap langkah kecil itu terasa hidup. Gelisahnya berkurang, rasa bersalah perlahan memudar, dan ia merasakan kedekatan dengan Tuhan—bukan karena panjang ibadahnya, tapi karena hatinya hadir sepenuhnya.

Malam itu, Mira belajar sesuatu yang penting: ADHD bukan penghalang. Setiap usaha kecil, setiap doa tulus, setiap momen fokus, adalah kemenangan spiritual yang nyata.

Jika Anda atau orang yang Anda dampingi hidup dengan ADHD dan sering merasa gagal dalam ibadah, mulailah dari langkah kecil. Fokus pada hati, bukan kuantitas. Rasakan bagaimana setiap doa, sekecil apa pun, menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang bermakna.

#ADHD #GelisahTapiFokus #LailatulQadar #TinyHabits #IbadahRealistis

link buku:

https://play.google.com/store/books/details?id=cSbIEQAAQBAJ&pli=1

Literasi Bukan Sekadar Bisa Membaca, Tapi Berani Memahami Diri



Kita sering memaknai literasi sebagai kemampuan membaca huruf dan menulis kata.
Padahal, literasi yang paling sunyi justru sering terlupakan:
kemampuan membaca diri sendiri.

Membaca perasaan.
Membaca luka.
Membaca proses yang sedang kita jalani, meski belum rapi dan belum selesai.

Di tengah banjir informasi, target produktivitas, dan standar hidup yang terus naik, banyak dari kita pandai menyerap teks—namun gagap saat harus memahami diri sendiri.

Membaca Sebagai Ruang Aman

Bagi sebagian orang, membaca bukan sekadar hobi.
Ia adalah ruang aman.

Tempat bernaung ketika dunia terlalu bising.
Tempat menemukan kalimat yang terasa seperti berkata,
“Aku mengerti kamu.”

Dalam buku, kita belajar bahwa pengalaman manusia beragam,
dan perasaan kita bukan sesuatu yang aneh atau berlebihan.

Literasi, di titik ini, menjadi alat penyembuhan yang pelan tapi dalam.

Menulis untuk Merapikan yang Kacau

Menulis juga memiliki peran yang sama pentingnya.
Bukan untuk terlihat pintar,
tetapi untuk jujur.

Menulis membantu kita menamai apa yang selama ini hanya terasa.
Mengubah kekacauan emosi menjadi narasi yang bisa dipahami.

Di situlah literasi menjadi proses bertumbuh—
bukan sekadar keterampilan, tetapi perjalanan kesadaran.

Tentang Growing While Healing

Growing While Healing lahir dari keyakinan bahwa
kata-kata bisa menjadi jembatan antara luka dan pemahaman.

Buku ini tidak menawarkan solusi instan.
Ia menawarkan ruang untuk membaca diri sendiri, halaman demi halaman.

Di dalamnya, kamu akan menemukan refleksi tentang:

  • luka yang tidak selalu terlihat,

  • lelah menjadi kuat,

  • menghargai proses pribadi,

  • berdamai dengan masa lalu,

  • dan bertumbuh tanpa harus sempurna.

Buku ini bisa dibaca pelan,
di jeda-jeda sunyi,
atau di hari ketika kamu butuh ditemani oleh kata-kata yang tidak menghakimi.

Literasi yang Membebaskan

Literasi sejati tidak membuat kita merasa lebih unggul.
Ia membuat kita lebih sadar, lebih empatik, dan lebih manusia.

Dan mungkin, di dunia yang gemar menyederhanakan perasaan,
membaca dan menulis dengan jujur adalah bentuk perlawanan yang lembut.

Jika kamu percaya bahwa buku bisa menjadi teman bertumbuh,
bahwa kata-kata bisa menjadi tempat pulang,
Growing While Healing hadir sebagai salah satu ruang itu.

Karena bertumbuh tidak selalu butuh jawaban—
kadang hanya butuh kalimat yang membuat kita merasa dipahami.

**

Baca juga buku growing while healing. Berikut link-nya: 

http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv

http://lynk.id/diannafi/mvl17zx4kwgv/checkout


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Daftar Blog Saya

  • DeMagz
  • dian nafi
  • Hasfa
  • hybrid writerpreneur
  • writravelicious

Popular Posts

  • 21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator
  • Gratitude Journal 2021 #DNevents
  • Arsitektur Nusantara Yori Antar
  • Desain Rumah Tinggal Blambangan
  • Gratitude Journal 2022 Dian Nafi
  • Arsitektur Nusantara Mengkini dan Menanti
  • Memanfaatkan GoMassage Supaya Fresh Lagi
  • NanoWrimo Help Novelist
  • HASFA Architecture Design Consultant
  • New Book: Unfairness by Dian Nafi

Most Popular

Menjadi Juri Lomba Menulis Resensi Buku

Menjadi Juri Lomba Menulis Resensi Buku

ADHD, Gelisah, dan Malam yang Penuh Makna

ADHD, Gelisah, dan Malam yang Penuh Makna

Popular Posts

  • Menjadi Juri Lomba Menulis Resensi Buku
    Menjadi Juri Lomba Menulis Resensi Buku Aku sempat menunda membuka file resensi itu. Entah kenapa. Mungkin karena kupikir isinya akan sama s...
  • ADHD, Gelisah, dan Malam yang Penuh Makna
     ADHD, Gelisah, dan Malam yang Penuh Makna Mira menatap lampu kamar yang temaram. Malam sudah larut, tetapi pikirannya tidak tenang. Ia ingi...
  • End Year Sale 2025: Semua Buku Dian Nafi Hanya Rp15.000!
      End Year Sale 2025: Semua Buku Dian Nafi Hanya Rp15.000! Akhir tahun akhirnya tiba—dan itu berarti saatnya reward untuk diri sendiri! Mul...
  • ONT-EPI-AXIO: Menemukan Fondasi Ilmu di Dunia yang Semakin Kompleks
     ONT-EPI-AXIO: Menemukan Fondasi Ilmu di Dunia yang Semakin Kompleks Dalam dunia yang bergerak cepat—di mana algoritma memprediksi pilihan k...
  • 21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator
    21 Pertanyaan Untuk Kreator Dan Inovator  Ide sesungguhnya mudah dan gratis, eksekusinya yang mahal dan sulit. Bukan saja karena mem...
  • Spiritualitas dalam Desain: Ketika Ruang Menjadi Jalan Pulang
     Spiritualitas dalam Desain: Ketika Ruang Menjadi Jalan Pulang Apakah sebuah ruang bisa menenangkan jiwa? Bisakah desain membantu manusia h...
  • NanoWrimo Help Novelist
    NanoWrimo Help Novelist Menulis kalau nggak dipaksa seringkali gak bakal rampung. Nanowrimo adalah program internasional yang sangat ...
  • Bounce Back: Seri Buku untuk Bangkit, Menata Ulang, dan Menemukan Kembali Hidupmu
    Bounce Back: Seri Buku untuk Bangkit, Menata Ulang, dan Menemukan Kembali Hidupmu Setiap orang pasti pernah menghadapi masa-masa sulit — k...

Cari Blog Ini

Events

  • Events 2022
  • Events 2021
  • Events 2020
  • Events 2019
  • Events 2018
  • Events 2017
  • Events 2016
  • Events 2015
  • Events 2014
  • Events 2013
  • Events 2011-2012

Archive

  • ▼  2026 (3)
    • ▼  Juni (1)
      • Menjadi Juri Lomba Menulis Resensi Buku
    • ►  Maret (1)
      • ADHD, Gelisah, dan Malam yang Penuh Makna
    • ►  Januari (1)
      • Literasi Bukan Sekadar Bisa Membaca, Tapi Berani M...
  • ►  2025 (19)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2024 (25)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2023 (32)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2022 (36)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (15)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (31)
    • ►  Desember (12)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (89)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (38)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2019 (61)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (24)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2018 (46)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (108)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (57)
    • ►  Maret (13)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (36)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (29)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  September (1)

Make a Difference with Education

Make a Difference with Education

Pages - Menu

  • Hasfa Institute
  • Hasfa Architecture Consultant
  • Hasfa Books & Publishing
  • About and Contact Hasfa

Hasfa

Menerbitkan dan Menumbuhkan Kebaruan

Novel K-San

Novel K-San

Categories

Buku 122 arsitektur 89 Pelatihan 58 Novel 53 tips 34 cerpen 15 perempuan 12 pesantren 11 motivasi 10 puisi 10 pengembangan diri 8 enterpreneurship 7 spiritual 7 novela 4 anak 2 komik 2

Advertisement

Responsive Advertisement
  • Home
  • Books
  • _Fiksi
  • __Cerpen
  • __Novel
  • __Puisi
  • _Non Fiksi
  • _Cerita Anak
  • _Fantasi
  • Institute
  • Arsitektur
  • Foundation
  • Contact

Advertisement

AD BANNER
  • Home
  • Kelas Blog to Book
  • Kelas Writerpreneurship
  • Kelas Memoir Biografi
  • Kelas Artikel
  • Kelas Creative Writing
  • Kelas Novel
  • Kelas Cerpen
  • Kelas Menulis Fiksi
  • Kelas Penerbitan
  • Kelas Menulis Buku
  • Kelas Enterpreneurship
  • Kelas Puisi
  • Kelas Script Film

hasfriends

hasfriends

Tags

  • Kelas
  • Pelatihan
  • event
  • fiksi
  • non fiksi
  • puisi
  • review
  • tips

Hasfa Institute

  • Kelas Blog
  • Kelas Content Writing
  • Kelas Copy Writing
  • Kelas Digital Marketing

Copyright © 2016 Hasfa. Created by OddThemes