Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD Berani Bermimpi Melalui Pentingnya Pendidikan

 

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD Berani Bermimpi Melalui Pentingnya Pendidikan




Demak – Tawa dan semangat memenuhi ruang kelas SD Negeri 2 Tlogoweru saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi tentang pentingnya pendidikan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program pengabdian mahasiswa untuk menumbuhkan motivasi belajar sekaligus memperluas wawasan siswa tentang masa depan.

Agar materi lebih inspiratif, mahasiswa KKN menghadirkan Dian Nafiatul Awaliyah, S.T., M.K.P., dosen Program Studi Arsitektur Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak, sebagai narasumber.

Dalam penyampaiannya, Dian Nafiatul Awaliyah mengajak para siswa untuk tidak takut memiliki cita-cita yang tinggi. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

"Jangan pernah berhenti belajar hanya karena merasa berasal dari desa atau memiliki keterbatasan. Pendidikan adalah jalan yang dapat mengubah kehidupan seseorang," pesannya kepada para siswa.

Selain memberikan motivasi, Dian Nafiatul Awaliyah juga memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Kabupaten Demak, yaitu simbol bulus di Mihrab Masjid Agung Demak. Ia menjelaskan bahwa warisan budaya tersebut bukan hanya menyimpan nilai sejarah penyebaran Islam, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kisah bulus, siswa diajak memahami pentingnya hidup sederhana, mencintai alam, serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Penyampaian materi dengan pendekatan cerita membuat suasana kelas lebih hidup. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman tentang lingkungan di sekitar mereka.

Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga upaya membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai agama, budaya, dan kepedulian sosial.

Mahasiswa berharap, kegiatan sederhana ini mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Mereka meyakini bahwa ketika anak-anak mengenal sejarah daerahnya, memiliki cita-cita yang tinggi, dan peduli terhadap lingkungan, maka mereka sedang dipersiapkan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi Demak di masa depan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, sekolah, dan narasumber, sosialisasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan akan semakin bermakna ketika mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Share:

0 Comments