Recents in Beach

Review Buku Arsitektur Masjid Agung Demak

Review Buku Arsitektur Masjid Agung Demak
Gambar


Insya Allah akan ada Webinar Arsitektur Masjid Agung Demak membahas lebih jauh tentang buku ini via Zoom bareng para akademisi Universitas Mulawarman dll.


Buku #arsitektur #masjid agung #Demak ditulis oleh 11 orang. 1. Ayu Oka Saraswati 2. Didit Widiatmoko 3. Dian Nafi 4. Handayani Asriningsih 5. M Kusyanto 6. Priyo Pratikno 7. Rosalia Rachma 8. Rusfina Widayati 9. Salmina W Ginting 10. Totok Roesmanto 11. Tri Wahyu Handayani

insyaAllah roadshow pertama ke UNMUL universitas mulawarman. berikutnya Univ Udayana,UNIKA,dst (of course krn pandemi, smua webinar via zoom) Pak Didit nulis ttg bulus yang ada di mihrab pengimaman masjid Agung Demak Dari premisnya aja ngeri banget tho. imam sholat hadap bulus


kalau ntar teman2 baca esai panjangnya, lebih ngeri lagi. pak Didit yg dosen Telkom memaparkan secara luas dan detail bgm bulus ini mendapat penghargaan yg tinggi di kalangan umat hindu. filosofis berikut bukti2 artefaknya di berbagai candi di Indonesia juga Angkor Wat, Kambodja


bgm ceritanya bulus yg sangat disakralkan dan diagungkan oleh umat hindu ini ada di mihrab masjid agung Demak, teman2 harus baca bukunya:D nah, kalau proses kreatif penulisannya kyk gmn, ya musti ikut webinarnya sih. kita kulik gmn p Didit sampai kepikiran master Oogway sgala:D
mba Ema nulis ttg kenyamanan thermal MAD berbekal pengetahuan dr peter carey yg cerita adanya pohon sawo kecik di depan masjid sbg ciri/isyarat titik penyebaran agama Islam, dia cari2 dong pohon ini pas pertama kali dtg. Eh sdh gak ada:D aku juga lupa kpn terakhir kali lihatnya
tp inget banget kalau dulu mmg kawasan MAD lbh teduh dan adem, nggak kyk skrg. *sedih:( kenyamanan thermal didukung oleh bentuk atap MAD yg mengadopsi bentuk atap wantilan Bali. (see? walisongo-ku mmg yahud tenan kok)

konsep caping gunung sebuah kekhasan #arsitektur Nusantara, pernaungan atas panas matahari tropis lembab yang jatuh hampir tegak lurus ke tanah. Bukaan-bukaan di antara masing-masing tajuk berguna untuk mengalirkan udara panas. Saat ini MAD memakai kipas dan AC biar tbh adem

Ema menyoroti pemilihan material2 yg dipakai dlm renovasi yg tdk mendukung kenyamanan thermal ia menutup esai dg bgs. mestinya kalau mencintai MAD, musti juga mencintai pemikiran pendirinya (aka raden fatah dan walisongo) yg pasti punya keterikatan mesra dg lingkungan alam sktr

mba Fina menyoroti #lanskap nya. Untuk hardscape dominasi elemen perkerasan pelataran MAD yang terbuat dari material Homogenous tile sangat tidak ramah dalam mengurangi tingginya suhu permukaan bahkan ketika siang menimbulkan perasaan tidak nyaman akibat silau yang ditimbulkan.
Menara Masjid terbuat material baja berbeda jika dibandingkan dg material awal yg berbahan kayu. Perubahan material ini tentu saja kurang terasa keseimbangan&kesinambungan dg material utama masjid yg terbuat dari kayu *btw,biyen aku sering diajak bapak naik menara sampai atas:D
ada byk box2 planter & lampu2, tp tdk ada kesesuaian desain satu sama lain. penutup saluran drainase beda warna pdhl saling berpotongan (*tepuk jidat:D) tempat sampah, baik desain & warnanya tdk menyesuaikan tone MAD pagar? ini yg paling bikin nyesek banget, krn buang stempel jipan:(

aku pernah extacy lihat stempel jipan asal demak ini dipreservasi di palembang. pas balik demak dan berharap lihat stempel itu, baru nyadar kalau stempel2 yg dulunya nempel di pagar masjid MAD sdh dibongkar dan entah di mana barangnya:(

mba Fina menyorot softscape-nya juga. jenis2 tanaman berikut sakralitasnya. dan spt yg mba ema tadi juga amati, pohon sawo kecik yg mustinya dipreservasi juga, tdk mendapat perhatian yg cukup.

pak kus propose ttg perlunya digitalisasi masjid agung demak dalam bentuk aplikasi shg bisa dikunjungi dari jarak jauh. aplikasi ini memberikan pengetahuan baru yang lebih mendalam hingga dalam hal detil arsitekturalnya

4 penulis dulu di webinar caraka kesempatan pertama. lanjut webinar berikutnya, kita bahas tulisan2 lainnya ya. yg sdh nggak sabar pengin tahu semuanya, bisa langsung beli bukunya. pesan via wa.me/085701591957 ya. karena cetakan pertama sdh ludes.

Posting Komentar

0 Komentar