Pelatihan Sibori Gabungan Organisasi Wanita


 Beberapa waktu lalu, teman-teman yang tergabung dalam GOW alias Gabungan Organisasi Wanita Demak mengadakan pelatihan membuat shiibori.


 Bertempat di aula sebuah klinik kesehatan, pelatihan dihadiri dua puluhan perempuan dari berbagai profesi. Ada arsitek, dokter, pengusaha, pemilik restoran, anggota DPR, perias salon, bisan, perawat, istri tentara dan lain-lainnya.

 Pelatihan berlangsung dari pagi sampai siang hari. Semua antusias karena ini hal baru dan sangat menantang. Ada berbagai cara untuk membuat shibori. Namun yang paling mudah adalah dengan membuat seperti jumpuutan ala ala Solo. Dengan hanya mengggunakan alat tali karet.

 campurkan bahan pewarna atau indigo dye dengan air. Kemudian mulai melipat kain sesuai dengan pola yang diinginkan. Tali, karet atau balok kayu dapat digunakan sebagai ‘pelindung’ kain dari bahan pewarna. Kemudian basahkan kain dengan cara memasukan ke dalam air dan remas sisa air yang tertinggal.
 rendam di dalam pewarna, tahan hingga seluruh kain terendam namun tetap berada pada permukaan pewarna. Durasi perendaman akan mempengaruhi warna pada kain. Merendam dalam waktu singkat akan meninggalkan warna dengan garis tipis dan banyak area putih, sedangkan waktu yang lebih lama akan memberikan warna yang lebih gelap dan terserap atau bleeding ke daerah putih kain.
 angkat kain dan biarkan mengering oleh udara untuk beberapa saat, hal ini akan membuat pewarna mengoksidasi dan mengeluarkan warna yang diinginkan. Lalu, lepaskan segala karet, tali atau hal-hal lain untuk membuat pola dan bilas dengan air, serta jemur hingga kering.

 Beberapa karya lumayan bagus, tapi banyak juga teman-teman yang merasa masih belum puas dengan hasilnya, baik warna ataupun motifnya. Sehingga tertarik untuk mencoba lagi.



 Teman-teman bisa juga melihat koleksi fashion lainnya di https://www.instagram.com/fiung/